Posts

BEROBAT JUGA DITAMBAH PENGETAHUAN.

Kemarin, Kamis tanggal 07 Mei 2015, saya berkunjung lagi ke RS. Budi Kemuliaan-Batam, untuk di pantau perkembangan pengobatan minggu sebelumnya. Minggu lalu saya agak terlambat datang ke RS ini karena harus ke klinik terlebih dahulu untuk mendapatkan surat rujukan bisa ke RS. Jadilah minggu lalu saya mendapatkan nomor antri 28, hampir jam dua baru dipanggil. Kemarin nomor antri saya 18, padahal saya sudah datang sebelum jam 08.00. Ternyata masih ada orang yang lebih pagi datang dari saya. Sepertinya pelanggan BPJS dapat dilayani setelah pasien umum (bayar kontan kali) selesai dilayani. makanya ruang tunggunya juga berbeda, seperti ruang belakang dan ruang depan ditengahnya ruang pemeriksaan/ruang dokter. Pasien umum terlebih dahulu, setelah habis baru pasien BPJS. Kemarin saya dipanggil setelah selesai sholat zuhur. Na...ada yang menarik selama menunggu dokter masuk ruang kerjanya. Pasien-pasien dan keluarga dari berbagai keluhan di deretan ruang itu (Pasien THT, Penyakit Dala...

Memakmurkan Mesjid Dengan Penyediaan Kue.

Saat tiba di Mesjid Nurul Jannah Perumahan Eden Park-Batam Center Rabu tanggal 15 April 2015, saya sudah agak terlambat, bisa dikatakan terlambat karena tak sempat lagi melaksanakan sholat sunnah. Makmum yang lain sudah hampir menyelesaikan sholat sunnahnya.  Kebetulan saya sama teman saya bersamaan tiba di mesjid, Teman saya itu langsung saya sapa dan kamipun bersalaman. Lalu teman saya itu berbisik kesaya. "Coba ya... kalo di sediakan penganan; seperti gorengan, bubur, kue-kue, mungkin mesjid ini ramai!". "Ya...ya, untuk sarapan, sekalian klinik". Ujar saya. Teman saya itu mungkin prihatin, melihat jemaah mesjid yang hampir tak bertambah-tambah. terkadang jumlah orang yang sholat subuh berjamaah di mesjid itu tidak penuh satu shoof. Paling 15 sampai 20 orang. Mesjid ini memang tidak terlalu kecil, tidak pula disebut besar, paling berukuran tidak kurang 15m x 15m bangunan intinya. Patut dihargai ide teman saya itu, mungkin ia sedang dijejali banyak p...

ADA FAKTOR 'X'

Minggu sore 12 April 2015, setelah keliling-keling Batam Center dengan motor dengan istri, kami singgah di warung Bakso di Legenda Malaka Blok H Batam Center. Tempat ini sebenarnya rumah yang di sulap menjadi tempat usaha. Tidak ada tempat parkir dan jalan kecil didepan rumah itu termasuk jalan utama karena menjadi penghubung ke beberapa blok perumahan, ke sekolah, pasar/pertokoan dan beberapa mesjid. Jadinya jalan itu ramai selalu. Saya sama istri singgah bukanlah kali pertama namun kami tidak pula sering. Begitu masuk saya melihat ada lontong, terus saya berujar sama istri saya "itu lontong untuk apa ya?". "untuk dimakan sama bakso". Ujar istri saya. Ruangan 3 kali 6 meter itu begitu terasa sempit, warna dindingnyapun sudah tidak terawat, bahkan dinding yang bersentuhan langsung dengan ujung meja mulai berlubang-mungkin akibat terlalu sering mendorong meja kearah dinding. Spanduk yang ditempel terlihat daftar menu berikut gambar yang ada; bakso tahu, bakso ur...

APAKAH ORANG PALEMBANG PEDULI?.

Sabtu tanggal 28 Maret 2015, lalu saya 'balek' (pulang) Palembang. Saya berangkat pukul 16.30 dengan menggunakan citilink, tadinya saya sudah memesan tiket dengan keberangkatan pukul 07.30 pagi, namun oleh pihak citilink dirubah menjadi sore hari dengan alasan penumpang di pagi hari sedikit. Saya dipaksa mengalah padahal saya sudah merencanakan beberapa hal. Seperti ingin singgah di Martabak HAR, salah satu makanan terkenal di Kota Palembang yang kufikir kurang lengkap jika tidak singgah. Walaupun di Batam sudah ada cabangnya dan saya agak sering juga makan Martabak HAR di Batam tapi kalau yang di Palembang tentu terasa lebih istimewa. Sampai di Palembang hampir pukul 18.00, abang ipar saya sudah menanti. Mobil yang menjemput saya langsung menuju Indralaya, tempat ayukku. Jalan dari lapangan terbang menuju jembatan musi 2 masih mulus, namun begitu mendekati jembatan musi 2 jalan sangat jelek; bergelombang, berlubang. Kemudian di jalan kami langsung bertemu dengan banyak se...

CARA MENGUSIR BABI HUTAN (TAROBAH) AGAR TAK MASUK KEBUN.

Beberapa hari lalu saya pangkas rambut ditempat langganan saya, saat rambut saya di potong oleh tukang pangkas, tanpa sengaja saya melihat sekarung rambut. Lalu saya tanyakan sama sang pemotong rambut. "Dalam karung itu rambut ya. bang". Biasa gaya Indonesia basa-basi, lah tau masih ditanya. "Iya..bang". "Itu...sudah ada yang ambil / beli" "Gak, ..dibuang aja, tapi.. kalau di kampung kami, untuk mengusir babi". "Wah...sama, dulu saya ingat di kampung saya juga untuk mengusir babi". Si tukang pangkas kebetulan orang padang-Sumatera Barat... Dulu waktu saya masih kecil sekitar tahun 70an, di kampung kami Banding Agung, Ogan Komering Ulu Timur-Sumatera Selatan. Babi hutan (Tarobah-Bahasa Komering) memang luas biasa banyak. Dan saya masih ingat, waktu saya masih kecil sekitar kelas 4 SD, saat pulang sendiri dari kebun. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh segerombolan babi hutan lagi mandi berkubang di lumpur, di pinggir tanah ...

ANAK SEPERTI INI SERING DIANGGAP PINTAR.

Image
Siang tadi 10 Maret 2015 saat istirahat, saya minum di warung depan tempatku bekerja. Kali ini agak sepi dari dari para pembeli, tapi ramai oleh tiga anaknya yang masih anak-anak yang paling tua saja baru kelas 2 SD. Suasana begitu ramai oleh anak-anaknya karena memang mereka terus asyik bermain dan bicara satu sama lainnya dan sekali-sekali menimpali pembicaraan saya dengan ibu mereka yang punya warung. Bicara anak-anak itu begitu lancar dan mudah sekali menjawab atau bahkan menimpali/menyela pembicaraan kami. Terutama anak pertama dan anak kedua. Saat saya tanyakan kelas berapa?. Anak pertama : "kelas 3" "kelas 2, ya kalau naik". ujar ibunya. "sudah bisa baca tulis?" ujar saya. "sudah" kata anak yang pertama. "coba tulis baikuni" ujar saya, si anak sampai tiga kali bertanya pada saya apa yang harus ditulis, kemudian ia menulis di buku sambil menutup dengan rapat agar tak terlihat oleh orang lain. Ketika saya melihat t...

PGN: Tantangan terberatnya agar di yakini dan Dipercayai Masyarakat!.

Sekitar Nopember 2014 lalu saya sempat singgah di kantor Perusahaan Gas Negara di Batam Center-Batam. Tujuan saya untuk bertanya bagaimana caranya untuk berlangganan Gas Negara (gas dengan sistim pipa dan ber meter - seperti PAM). Setelah menunggu sejenak saya lalu di temui oleh seorang marketing officer PGN Batam. Kedatangan saya dan diskusi kami begitu menarik dan penuh antusias. Kenapa saya tertarik untuk datang ke PGN, karena saya terkesima dengan biaya yang lebih hematnya PGN. Waktu saya bertandang kerumah sepupu yang yang sudah pasang Gas Negara, dibilang  tagihan perbulan tidak sampai Rp 60.000,-, saya penasaran. Hasil diskusi dengan orang PGN itu kira-kira begini; pipa jaringan harus masuk dulu ke perumahan kami, bagaimana supaya masuk?. Tentu harus ada pelanggan, bolehkah satu orang pelanggan macam saya untuk mendaftar?. Sangat diperbolehkan, tapi karena pipa jaringan belum ada diperlukan biaya besar untuk itu, ada target-target tertentu yang harus dicapai. Misal mini...