Wednesday, April 15, 2015

Memakmurkan Mesjid Dengan Penyediaan Kue.

Saat tiba di Mesjid Nurul Jannah Perumahan Eden Park-Batam Center Rabu tanggal 15 April 2015, saya sudah agak terlambat, bisa dikatakan terlambat karena tak sempat lagi melaksanakan sholat sunnah. Makmum yang lain sudah hampir menyelesaikan sholat sunnahnya. 

Kebetulan saya sama teman saya bersamaan tiba di mesjid, Teman saya itu langsung saya sapa dan kamipun bersalaman. Lalu teman saya itu berbisik kesaya.

"Coba ya... kalo di sediakan penganan; seperti gorengan, bubur, kue-kue, mungkin mesjid ini ramai!".
"Ya...ya, untuk sarapan, sekalian klinik". Ujar saya.

Teman saya itu mungkin prihatin, melihat jemaah mesjid yang hampir tak bertambah-tambah. terkadang jumlah orang yang sholat subuh berjamaah di mesjid itu tidak penuh satu shoof. Paling 15 sampai 20 orang. Mesjid ini memang tidak terlalu kecil, tidak pula disebut besar, paling berukuran tidak kurang 15m x 15m bangunan intinya. Patut dihargai ide teman saya itu, mungkin ia sedang dijejali banyak pertanyaan, seperti; bagaimana caranya memakmurkan mesjid, bagaimana agar umat islam lebih banyak sholat berjamaah di mesjid, dan pertanyaan-pertanyaan lainnnya demi kemakmuran mesjid. 

Memang kalau diperhatikan, jemaah mesjid Nurul Jannah Eden Park-Batam Center ini, lebih sering diramaikan oleh Jamaah dari luar perumahan eden park tempat mesjid berdiri dan atau goldenland yang langsung bersebelahan dengan Mesjid. Dari 8 Perumahan disekitar Mesjid ini hanya perumahan Eden Park yang memiliki Mesjid, jadi sepatutnya lebih ramai. Mungkinkah disebabkan komposisi penduduk di 8 perumahan itu lebih banyak non Muslimnya, atau jumlahnya seimbang namun yang muslim lebih banyak sholat di rumah. Saya lebih cenderung pendapat kedua karena kalo bulan puasa (tarawih) mesjid bisa tak mampu menampung jemaah apalagi hari-hari pertama.

Tapi memang berat sholat berjamaah subuh dan isya bagi orang-orang munafik. Saya sempat melontarkan pertanyaan ke beberapa teman saya yang sering sholat berjamaah bersama di mesjid. "Siapakah yang harus memakmurkan dan atau meramaikan mesjid?". 
"orang islam". ujar teman saya, jawaban sama dari beberapa teman.
"Betul, tapi ada yang seharusnya lebih rajin untuk memakmurkan dan atau meramaikan mesjid"
"Siapa lagi".
"Pengurus mesjid, kalau pengurus mesjid saja sudah jarang terlihat di mesjid, untuk apa mereka menjadi pengurus?". Ujar saya. Itu bentuk keheranan saya kepada pengurus mesjid tapi jarang terlihat di mesjid kecuali saat-saat tertentu. 

Kembali ke ide teman saya untuk menyediakan penganan agar mesjid ramai. Menurut saya boleh saja disediakan penganan tapi apakah jadi jaminan "ada penganan, ada kemakmuran mesjid", atau pertanyaannya masak sih untuk memakmurkan mesjid, jamaah (maaf) 'disogok' dengan makanan agar mau sholat dimesjid. Ide teman saya mungkin berkaca saat Hari Raya Haji, saat pemotongan hewan qurban. Tiba-tiba saja begitu banyak/ramai yang bersedia menolong, padahal pengurus mesjid sudah jauh-jauh hari mengundang para jamaah untuk membentuk panita qurban/Panitianya sudah ada. Anda tahukan mengapa saat itu tiba-tiba ramai?. Anda tahu, banyak kejadian bagian-bagian tertentu dari hewan qurban yang sudah dipotong/sembelih itu yang hilang, makanya Pengurus mesjid terus berbenah salah satunya untuk mengantisipasi 'kehilangan'.

Kalau orang meramaikan mesjid karena ada penganannya/kue, wah...hancurlah umat islam, hancurlah tempat-tempat ibadah (mesjid) orang islam. Karena barang siapa hidup atas sesuatu maka ia akan dibangkitkan seperti itu. Niatnya menjadi rusak, dan mungkin panitia mesjid akan mengalami kebangkrutan. Semoga bermanfaat, Ya Allah...ampunkanlah aku...jika dalam tulisan ini aku salah, namun jika tulisan ini benar dan baik berkahilah, ridhoilah ya Allah....nilailah sebagai amal ibadahku...dan jadikan tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacarnya....aamiin.

No comments: