Wednesday, August 12, 2015

Terkadang Iseng

Pagi tanggal 30 Juli lalu saat sedang menunggu untuk masuk ke pesawat yang akan membawa aku dan istri ke Jakarta, timbul ide isengku. Tak jauh dari tempat kami duduk, ada sekelurga muda, suami, istri dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil. Mereka juga sedang menunggu seperti kami, tak lama kemudian sang ibu mengeluarkan sebuah wadah tempat makanan. Lalu terlihat ia mulai menyuap anak-anaknya. Mungkin karena termasuk pagi sekali ia tak sempat menyuap anaknya makan di rumah, bangun langsung dimandikan terus berpakaian lalu berangkat. Biasalah sambil bermain, dan lari-lari. Kedua anak itu makan dengan lahap. Ibunya menyuap sambil berbincang dengan suaminya. Sianak kadang-kadang datang menghampiri ibunya sambil membuka mulutnya tanda minta disuap. 

Memperhatikan hal itu muncul ide isengku, mungkin capek juga nunggu perintah masuk ke pesawat. kemudian aku berbisik ke istriku.
"Coba kita hampiri saja si ibu dan langsung bilang 'aa', minta disuap".

Kami kemudian langsung tertawa tertahan, karena membayangkan betapa siibu terkejut ada orang dewasa tak ia kenal, mendekat minta disuap, mengikuti tingkah polah kedua anaknya, makan gratis. Istri saya kemudian memberi kode dengan bibirnya 'ssst', supaya kami tak terlalu keras tertawa. Ketika saya berbisik berulang-ulang dan mengatakan 'aa', kami langsung tertawa tertahan.

Ketika tiba di Cengkareng Jakarta, dan keluar dari terminal. Setelah bertemu dengan abangku yang juga baru tiba dari Palembang kamipun menuju tempat pemberhentian bis Damri yang menuju stasiun Gambir, kebetulan kami mengejar kereta menuju Cirebon hari itu juga. Na..saat menunggu bis itulah ide isengku tiba-tiba datang. Ada seorang ibu yang duduk persis disamping istriku, tiba-tiba membuka sekotak kue donat yang ia letakkan diatas pahanya, merek donat terkenal (maaf saya tak perlu sebutkan), penuh warna dan aneka rasa. Waktu itu sudah hampir pukul 11 siang. Panas dan agak lapar. Akupun berbisik pada istriku.

"Yuk kita ambil saja, donat itu, dan langsung kita makan, tak usah permisi-permisi".

Kami kemudian langsung tertawa tertahan, karena membayangkan ekspresi siibu terkejut ada tangan orang yang ia tidak kenal mengambil donat kesukaannya, tanpa permisi pula. Istri saya kemudian memberi kode dengan bibirnya 'ssst', supaya kami tak terlalu keras tertawa. Ketika saya berbisik berulang-ulang dan mengatakan 'aa', kami langsung tertawa tertahan. Tapi kami tidak melakukannya, karena itu candaan saya sama istri supaya kami tidak suntuk.


No comments: