Sunday, January 11, 2009

JANGAN PERCAYA!, Musik Klasik Mencerdaskan Anak.


Pernahkah anda mendengar atau membaca bahwa “Mendengarkan musik klasik kepada anak, bahkan sejak dalam kandungan diyakini membantu perkembangan otak bayi agar lebih pintar dan perkembangan jiwanya lebih stabil dan lebih baik”.
Musik klasik yang dimaksud adalah musik yang kini jarang dikenal, jarang didengar, jarang dimainkan, jarang penciptanya, jarang pula pengikutnya. Kita mengenal orang-orang yang mengusung aliran musik ini adalah seperti Beethoven, Mozart dan sebagainya. Musik klasik memang sangat, merdu, indah dan menyentuh dan memiliki berbagai jenis alat musik yang dimainkan secara bersama oleh sekumpulan pemain musik (ORKESTRA). Ada harmonisasi disana, setiap pemain harus menguasai alat musik yang dimainkannya, setiap pemain harus sepakat lagu / irama yang harus dimainkan saat bersamaan. Walaupun ada seorang pemain paling pandai, paling hebat dia tak boleh sesukahatinya. Jika ada yang kurang mahir maka akan mengganggu harmonisasi musik. Jika mereka tak sepakat lagu / irama yang harus dimainkan tak akan ada harmonisasi suara yang dihasilkan.
Namun, hasil kajian terbaru para ilmuwan Austria tidak menemukan bukti signifikan kalau mendengarkan musik Mozart memberi pengaruh pada kemampuan kognitif seseorang. Dalam studi paling mutakhir itu, para peneliti di University of Vienna mengkaji lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan yang meliputi lebih dari 3.000 subyek. Kesimpulan mereka adalah tidak ada riset yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak.

Secara khusus, temuan itu membantah mitos mengenai dampak peningkatan kemampuan otak di antara pendengar musik Mozart.  Para peneliti melaporkan bahwa mereka tak dapat mengonfirmasi dampak menguntungkan dari mendengarkan musik Mozart. Seperti yang dikutip Kompas.com 15 Mei 2010.

Mungkin kita termasuk yang mempercayai itu. Upaya untuk “mencuci otak kita” agar musik klasik kembali dinikmati, kembali memasyarakat dan tak terpinggirkan atau ditinggalkan, maka dimulailah program memperkenalkan musik klasik sejak dini bahkan dianjurkan sejak dalam kandungan.
Saya tadinya sedikit percaya tentang hal itu, namun sebagai seorang muslim saya kemudian berfikir. Apa benar musik klasik lebih baik pengaruhnya dari pada jika kita memperdengarkan ayat-ayat suci Al QURAN atau SHOLAWAT kepada janin, bayi atau anak. Sayangnya juga upaya yang dilakukan oleh kaum muslimin tidak segencar serta sistimatis yang dilakukan oleh kaum klasik. Kita sebagai kaum muslimin dan berakal sehat tentu harus percaya bahwa pengaruh AL QURAN dan SHOLAWAT lebih baik dari pada memperdengarkan musik klasik kepada anak bayi atau janin.
Kitapun belum mendengar secara gencar upaya yang dilakukan kaum muslimin seperti yang dilakukan oleh kaum klasik. Misal dengan membeli sesuatu anda mendapatkan kaset / cd musik klasik. Artikel ilmiah, hasil penelitian yang gencar dan terus menerus tentang pengaruh ayat suci AL QURAN dan SHOLAWAT pada bayi atau janin. Misal ayat mana saja yang paling cocok, kapan/waktu yang paling baik, cara apa yang paling baik dilakukan oleh ayah, oleh ibu atau melalui media lainnya, belum banyak kita dengar.
Saya bukanlah orang yang paling memahami AL QURAN, dan bukan pula orang yang lebih baik dari anda semua. Namun saya hanya yakin dan percaya. Karena AL QURAN itu sumbernya langsung dari SANG MAHA PENCIPTA, MAHA KUASA serta MAHA ATAS SEGALA-GALANYA. Jadi keampuhan AL QURAN tak perlu diragukan lagi. SILAKAHKAN BUKTIKAN. Anda tak akan rugi bahkan berpahala jika dilakukan dengan benar.

No comments: