Thursday, January 8, 2009

AKU MENYUKAI APA YANG KUPUNYA,


"AKU BERUSAHA SELALU MENYUKAI APA YANG KUPUNYA, KARENA AKU TAU YANG KUINGINKAN GAK SELALU AKU DAPATKAN"

Kalimat diatas merupakan sebentuk pengungkapan rasa syukur dengan cara yang indah dan sangat sederhana. Manusia tak jarang lupa untuk bersyukur, kalaupun bersyukur untuk yang baik atau yeng menguntungkan secara kasat mata saja. Untuk yang menurut kita kurang baik, kurang menguntungkan kita gak mau bersyukur, bahkan tak jarang malah mengumpat, sumpah serapah yang terlontar. Kisah berikut akan menggambarkan kejadian apapun, menerima apadanya patut selalu disyukuri.
Alkisah sorang raja senang sekali berburu di hutan bersama penasehatnya yang setia. Suatu hari karena kurang hati-hati jari kelingking sang raja terputus oleh pisaunya sendiri yang sangat tajam. Raja merasa sangat sedih, maklum raja malu sekarang sudah cacat, anggota tubuhnya tak lengkap lagi. Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan raja sangat sedih dan tak ada yang berani yang menghiburnya. Suatu hari sang penasehat memberanikan diri mendekati sang raja sambil berkata;
“Rajaku, tak usahlah bersedih, terimalah dan syukurilah apa yang telah terjadi”
Kuraang ajaaaRR, penasehat gilaa… orang dapat musibah malah disuruh bersyukur”. Lalu sang raja memerintahkan para pengawal untuk menangkap sang penasehat dan memenjarakannya. Lalu rajapun mengangkat penasehatnya yang baru.

Setelah kejadian itu, tidak menghilangkan hoby sang raja untuk berburu, dengan penasehatnya yang baru, raja berburu dihutan yang baru. Ditengah hutan itu tiba-tiba mereka berdua (raja dan penasehat barunya) ditangkap oleh suku primitif, yang suka menjadikan manusia sebagai persembahan. Ketika dimandikan, diketahui salah seorang calon persembahan telah cacat. Rajapun dibuang dan dilepaskan. Raja segera kembali ke istana dan memerintahkan para pengawal untuk membebaskan penasehat lamanya. Raja lalu menceritakan apa yang telah terjadi sambil berkata kepada penasehat lamanya;
Benar,.. apa yang telah engkau katakan, aku memang harus bersyukur, jika jari kelingkingku masih ada tentu aku sudah tiada sekarang”
Akupun,..berterima kasih dan bersyukur, karena raja telah memenjarakanku, kalau tidak akulah yang akan menjadi persembahan suku primitif itu”. Sang penasehat buru-buru memotong kalimat raja.
Ada dua hal yang membuat manusia lupa bersyukur. Pertama manusia seringkali memfokuskan diri pada apa yang sedang diinginkannya bukan apa yang sudah dimilikinya. Fikiran manusia disesaki oleh banyak hal yang belum dimilikinya, ingin ini dan itu. Jabatan baru, gaji terus bertambah, motor selalu ganti, rumah tak cukup satu dan seterusnya. Akibatnya berapapun banyak harta yang dimilikinya manusia tidak menjadi kaya dalam arti sesungguhnya. Kaya dalam arti sesungguhnya adalah bukanlah memiliki segala hal tapi mampu menikmati/suka dan mensyukuri segala hal yang dimiliki/didapat.
Kedua yang membuat manusia lupa bersyukur, adalah kecendrungan untuk membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain. Rumput tetangga selalu kita lihat lebih hijau, kita hanya melihat kelebihan orang lain, kita hanya melihat kekurangan kita. Padahal kemanapun selalu saja ada perbedaan antara yang kita miliki dengan milik orang lain.
Bersyukurlah untuk kekuranganmu, karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang. Bersyukurlah untuk kesalahan yang dibuat, itu mengajarkanmu kebenaran, Bersyukurlah untuk ketidaktahuanmu, karena itu kesempatanmu untuk belajar. Bersyukurlah untuk segala hal, rasa syukur adalah bentuk kualitas hati yang paling hebat dan akan membuat kita tentram, damai dan bahagia.Semoga Bermanfaat.


(dikutip dari berbagai sumber)
Kolubi Arman

No comments: