Monday, October 13, 2014

MAU SHOLAT, KOK BEGINI.

Sore kemaren, hari minggu tanggal 12 Oktober 2014, sesampai di Mesjid saya biasa masuk melewati pintu yang langsung menghadap mihrab / mimbar. Saat itu sedang berkumandang azan Maghrib. Beberapa jamaah, sedang duduk menunggu dan mendengarkan azan. Pas dihadapan mimbar duduklah seorang pemuda berbaju kaos, mata saya benar-benar terganggu, karena saat ia duduk belahan (maaf) pantatnya terlihat, dan dia sepertinya tidak peduli, membiarkan?, atau tidak tau kalau baju kaosnya yang pendek itu tidak menutupi aurat bagian belakangnya.

Saya segera membelokkan langkah, menuju bagian kanan para jama'ah. Saya bermaksud menghindari pemandangan yang mengganggu mata itu. Setelah azan selesai para saya dan para jama'ah lainnya melaksanakan sholat sunat sebelum sholat Maghrib. Tentu saja setelah itu makin banyak jama'ah yang berdatangan ke mesjid karena memang sudah di panggil, Allah SWT yang panggil...bagi yang terpanggil, mereka datang ke mesjid. Tapi bagi yang tidak ....azan dianggap angin lalu. 

Jadi ingat cerita ada seorang marbut surau, 'all fuction', azan sendiri, qomat sendiri, imam juga sendiri, bahkan sekaligus jadi makmum. Ia heran surau ditengah pemukiman penduduk padat, ketika dipanggil untuk sholat tidak ada yang datang ke surau. Lalu ia coba azannya dibolak balik, tidak berurutan seperti yang normal. Ee..orang-orang pada datang, tua, muda, laki, perempuan, anak-anak, remaja; ramai. Orang-orang pada menghujat, mengatakan marbot sudah gila. Azan saja terbalik-balik. Sang marbot lalu berujar dengan lantang, "saya yang gila, atau kamu semua, giliran saya azan dengan benar dan merdu tidak ada yang mau datang, pas saya azan terbalik-balik, kalian pada datang ke sini, sambil menghujat, mana yang sudah gila, saya atau kalian semua". Warga terdiam dan membubarkan diri....aayo yang tak menghiraukan azan, rumah dekat dengan mesjid atau surau....tapi dipanggil untuk sholat tidak datang,....masuk golongan gila atau bukan.

Kembali kecerita awal saya, saya kembali melihat ke arah sianak muda yang berkaos pendek itu, selintas aurat bagian belakangnya masih terbuka. Saya benar-benar terganggu, soalnya hal seperti itu sudah sering tarjadi, saya selama ini diam saja. Ketika qomat dikumandangkan, saya segera menghampiri anak muda itu, dan berbisik; "dik kamu sholatnya, pakai sarung saja, tu sarungnya dibelakang sana", saya sambil menunjukkan tempat sarung dengan tangan. 

Orang-orang pada melihat ke kami, dan mungkin heran mengapa saya berbisi dan menunjuk kebelakang. Saya jadi gugup dilihat banyak orang, atau gugup karena menegur orang saat mau sholat. Saya jadi kurang konsetrasi, akibat peristiwa itu.

Kejadian, orang yang mau sholat tak menghiraukan pakaian seperti itu (maaf kalau duduk terlihat belahan bokong/pantatnya) semakin banyak. Padahal sudah jelas dalam agama Islam perintah untuk berpakaian baik, bagus, rapi, bersih, tidak ketat serta menutup aurat kekita hendak ke mesjid (sholat di Mesjid). Yang anehnya.. juga makin banyak orang yang tidak mempedulikan hal itu. Kalau sholat auratnya terbuka...sholatnya tak sah? dan bisa-bisa mengganggu orang lain; tak khusuk dan mungkin orang lain jadi ikut berdosa.

Saya pernah menyarankan agar mesjid membuat peraturan yang dipampang di mesjid atau di pintu masuk ke mesjid, atau di gerbang mesjid. Peraturan tentang pakaian baik lagi sopan, tidak koyak, tidak bergambar atau bertuliskan hal mencolok, aneh, norak atau berlogo yang bertentangan dengan agama Islam. Peraturan tentang kewajiban mematikan / menonaktifkan HP saat dalam mesjid. Kewajiban meluruskan shof/barisan dan merapatkannya, mengisi/memenuhi shof didepan, tidak membuat shof baru sebelum shof di depan penuh. Mohon maaf pernah terjadi ada ibu-ibu (non muslim-dari logat dan matanya) datang ke mesjid mengantar makanan (mungkin pesanan pengurus mesjid) pakaiannya sempit, ketat, dan pendek. Ibu-ibu itu dengan santai lalu-lalang di area Mesjid. Peraturan diperlukan supaya bisa lebih terkontrol. Namun saran saya itu setelah dua tahun lebih sepertinya belum juga diakomodir. Semoga tulisan ini bermanfaat.





No comments: