Friday, September 25, 2015

MINTA DICABUT NYAWA YANG BUANG SAMPAH.

Pagi tadi tanggal 25 September 2015, saat mengantar anak saya yang no. 2 ke sekolahnya di SMP 12 Batam. Saya melihat sebuah tulisan yang begitu menarik berdiri tegak di atas tumpukan sampah. Setelah anak saya sampai saya pun kembali ke tempat tulisan itu untuk mengambil gambar dengan HP dan dalam perjalanan ke kantor, pikiran saya menerawang betapa buruknya pengelolaan sampah di Batam.

Bunyi tulisan itu adalah "YA ALLAH CABUTLAH NYAWA YANG BUANG SAMPAH DI DAERAH INI".
Di Batam, Batam Kota
Waktu saya mengambil gambar dengan HP rupanya kepala saya tanpa sadar menggeleng, Kenapa?. Karena memunculkan beberapa pertanyaan atau kalimat-kalimat yang mengundang keheranan. Kenapa harus ada tulisan seperti itu?, kenapa ada orang buang sampah disitu?, dan kenapa masalah buang sampah disitu tak pernah selesai?. dan seterusnya....

Lokasi gambar itu tepatnya dibelakang Perumahan Legenda Malaka, persis didepan Vihara Dharma Bakti, hanya beberapa meter sebelah kanan dari Kantor Lurah Baloi Permai-Kecamatan Batam Kota, disitu-dibelakang tulisan itu juga ada parit besar yang sangat kotor, berwarna hitam pekat. Yang uniknya disebelah kiri Kantor Lurah Baloi Permai, beberapa meter juga ada tempat penampungan sampah yang sering menggunung dan membuat kemacetan karena sampah itu sering mengambil jalan umum, di seberang jalan/parit mesjid Quba.

Tempat tulisan itu berdiri sebetulnya sudah beberapa kali dibersihkan dan dibuatkan tulisan himbauan oleh warga, agar tidak membuang sampah disana, namun himbauan baik dan bernada persuasif tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah. Bersih sesaat kemudian sampah itu datang lagi. Seingat saya itu sudah beberapa tahun berlangsung. Rabu sore tanggal 23 September 2105 saya sama istri lewat jalan itu, terlihat seorang bapak mengumpulkan dan membakar sampah disitu. Dan pagi ini saya melihat tulisan itu sudah berdiri tegak.

Dari nada tulisannya terkesan ada kekesalan, kemarahan, Dan memang terkadang aneh, himbauan baik, sopan dan persuasif malah tidak mempan atau tidak dihiraukan, tapi ketika tulisan itu berubah kemarahan dan cenderung kasar dan keras, baru di patuhi. Saya beberapa kali melihat tulisan serupa itu. "Hanya anjing yang buang sampah disini", "Hanya binatang haram yang buang sampah disini', dan seterusnya.

Ini adalah salah satu gambaran betapa buruknya perilaku orang kita dalam membuang sampah, dan betapa buruknya pemerintah Batam dalam mengelola sampah. Sudah bertahun-tahun persoalan sampah di Batam tak berujung manis dan selesai. Sering kali warga mengeluhkan sampah yang tak di angkut-angkut, sering kali tumpukan sampah terlihat dimana-mana. Di jalur lambat dari arah simpang jam-emporium-anggrek mas-kongkow-pom bensin didepan Plamo Garden. Kemudian dari Simpang Kara Jl Punggawo menuju kantor lurah Baloi Permai. Lalu di belakang Perumahan Anggrek mas dari arah simpang kara. Itu baru sedikit saja belum ditempat-tempat lain.

Akibat dari tidak berujung manis dan selesainya masalah sampah itu, ada warga yang kesal dan marah maka muncullah tulisan seperti diatas, warga mencoba cara sendiri untuk menyelesaikan sampah ditempat masing-masing, sehingga MINTA DICABUT NYAWA YANG BUANG SAMPAH sembarangan.. Padahal dalam agama Islam tidak boleh mendoakan keburukan bagi orang lain apalagi berdoa agar Allah mencabut nyawa orang. Membuang sampah mungkin belum termasuk kejahatan yang luar biasa, atau tindakan yang sangat merusak orang banyak. Kecuali sampah itu berupa bahan kimia, bahan berbahaya bagi manusia dan lingkungan secara cepat dan mungkin mematikan.

Mengherankan juga, sekarang ini masih banyak orang yang membuang sampah rumah tangga sembarangan, tidak bertanggungjawab. Kalau yang kita lihat perilaku yang buang sampah sembarangan itu bukan orang yang bodoh, bukan orang yang tidak berpendidikan. Ada yang pakai mobil, ada yang pakai motor, ada yang sambil berangkat kerja, ada yang berpura-pura, lalu menendang sampah yang diletakkannya di atas motor (matic), lalu memacu lagi motornya, saya jadi tahu karena tiap hari kerja melewati legenda malaka menuju kesekolah anakku dan sering melihat orang membuang sampah di jalan itu. 

Banyak alasan-alasan warga berlaku seperti itu, mulanya karena sampah di rumahnya tidak diangkut, angkut, meniru tindakan orang lain, tidak mau bayar uang sampah, dan seterusnya, tapi apakah harus ada toleransi dalam hal membuang sampah sembarangan?..... Pemko Batam tentu tidak cukup hanya membuat perda tentang sampah, juga harus terus menerus berupaya mendidik masyarakat agar tidak membuat sampah sembarangan dan menyediakan bak sampah, tempat sampah, tempat penampungan sampah sementara lebih banyak dan segera mengangkut sampah tanpa harus menumpuk apalagi menggunung. Dan menerapkan perda yang ada secara baik dan tegas, supaya Batam bisa menuju Bandar Dunia Madani. Dan tidak ada lagi tulisan bernada kesal dan marah. Semoga bermanfaat.

No comments: