Friday, January 23, 2015

PRAMUKA DAN UANG SUMBANGAN

Pagi tadi istri saya cerita kalau anak saya yang pertama yang duduk di kelas 11 atau ( 2 SMA), membolos Pramuka dan dapat poin 10 atas ketidak hadirnya itu, kalau terlambat datang dapat poin 5. Istri saya sudah tanya kenapa membolos?. Anak saya menjelaskan malas Pramuka karena panas dan 'cuma tepuk-tepuk tangan, tepuk satu, tepuk dua, tepuk diam, tepuk pramuka, sambil berjemur. Terus dijanjikan hadiah cokelat. Padahal coklat mencair kalau lama ditempat panas'.

Lain lagi cerita anakku yang kedua ( SMP) Desember 2014 lalu ia mengikuti perkemahan pramuka yang diadakan di sekolahnya. Awalnya ia begitu semangat mengikuti perkemahan itu. Dulu watu masih SD ia begitu ingin sekali kemah, tidur ditenda, dialam terbuka. Mungkin ia terpengaruh tayangan kemah di TV dan di majalah yang yang ia suka beli. Tapi begitu bubar, saat dijemput istriku. Mukanya langsung cemberut, diajak ngomong sama istriku nadanya tak enak dan sampai dirumah mandi, ganti pakaian langsung tidur. Terus aku dan istri jadi geli dan tertawa dengan hal itu, karena anakku dulu itu begitu semangat mau kemah, terus sekarang kayaknya nyesal dan tak ingin lagi berkemah. Kegiatan pramuka saat itu sepertinya diluar perkiraan anakku, sampai larut malam, bahkan sebelum, sesudah subuh dan lanjut ke singa harinya. Sempat juga dibawa ke area terbuka lalu diminta para peserta melintas di kubangan air dan pakaiannnya menjadi kotor. Sepertinya ia kesal sekali, dan kalau ditanya masih mau kemah lagi, dengan cepat ia menjawab tidak.

Pramuka sejatinya memang baik, ini saya ambil dari wikipedia; Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani; Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan. Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya. Peduli terhadap dirinya pribadi. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Bagus tu...apalagi cari pasangan hidup yang berjiwa pramuka, saja sangat baik.

Tapi kenyataannya minat orang untuk mengikuti pramuka sangat kurang zaman sekarang. Republika menulis tahun (maaf 2011 lalu) "Dari sekitar 270.000 gugus depan yang ada di Indonesia, sebagian besar hanya tinggal namanya. Para siswa hanya menggunakan seragam pramuka di sekolah, namun hampir tidak ada aktivitas kepramukaan". Makanya lahirlah UU tentang kepramukaan dan kepmen tentang kewajiban mengikuti pramuka. Ini dia dasarnya PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2014 TENTANG PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER WAJIB PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH. Jadi kegiatan Pramuka itu manjadi salah satu penentu kenaikan kelas anak-anak sekolah.

Sumbangan.
Pagi ini juga, saat sarapan anakku yang kedua tiba-tiba berkata; 
"Yah...." diam sejenak.
"Aaa.." kata saya.
"Itu...sumbangan itu" sambil mengarahkan pandangan pada kertas, yang berisi permohonan bantuan .
 (sebetulnya surat itu sudah 10 hari lebih, tadi malam ia sengaja meletakkannya diatas meja lagi pas saya berdiri di depan meja itu).
"Kapan mau dikasih dan berapa"
"Kalau bisa hari ini, ya... terserah mau berapa"
"Adek tak nyumbang, nanti kalo ayah yang kasih pahalanya untuk ayah". Anak saya tersenyum. Lalu saya ambil kan uang.
"Ini ayah tandatangan disini" ternyata ia telah menuliskan data di kertas itu saya tinggal tandatanga n saja. Dan anakku itu ternyata telah menambahkan dari yang saya berikan sejumlah Rp 20.000,-.

Saya sebenarnya sudah memohon ampunan pada Allah atas kejadian itu, dan telah pula menyampaikan kepada Allah SWT, untuk memberikan uang itu atas nama anak saya, agar ia bisa membantu pembangunan musholah di sekolahnya. Kenapa saya berujar, nanti pahalanya untuk ayah. Sebenarnya maksudnya supaya ia juga menyumbang, ikut bertanggungjawab, dan peka sosial, kreatif,  serta bertaqwa kepada Allah SWT, aamiin, tidak sekedar meminta. Alhamdulillah ternyata ia telah menyisihkan uang tabungannya, Semoga Allah meridhoi. Jadikanlah anak-anakku sebagai pemikir, pembela, pejuang agamamu, Ya Allah.  Dan Ya Allah lindungilah, selamatkan mereka dunia akhirat. Aamiin.

No comments: