Tuesday, June 25, 2013

BUKAN MASALAH LAGI

Terus terang untuk milih judul tulisan ini yang sesuai, saya agak kesulitan, karena isi tulisan ini menurutku terlalu umum sehingga saya berfikir judulnya harusnya tidak boleh umum, yang tak lazim supaya mengundang orang untuk membacanya, mudah-mudah maksud saya tercapai.

Kalau pada tulisan saya terdahulu (yang saya posting kemaren 24 Juni 2013), saya menghadiri undangan pesta pernikahan, maka apa yang saya saksikan wanita-wanita yang hadir umumnya berpakaian dengan bahan bagian atas kurang, di samping kurang dan bawah juga kurang, serba minim, ketat dan cendrung sebahagian terbuka.

Mereka-mereka tak sungkan, tak risih memamerkan tubuh (baca aurat), depan, belakang, perut dan pahanya dan juga 'tatto' yang mereka miliki. Itu masih lumayan malam dan diruang terbatas. Tapi coba simak orang-orang yang kita jumpai diangkutan umum, pelabuhan, mall, bahkan pasar atau di jalan-jalan.

Kita semakin lazim menjumpai orang dengan pakaian serba minim, terbuka, ketat alias kurang bahan. Mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa risih ataupun malu. Makin banyak pula orang menikah tanpa memperdulikan apa kepercayaannya, usianya, sebab yang penting bagi mereka harta bendanya banyak untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Kenapa, begitu? atau apa yang menyebabkan begitu?
Menurut saya karena orang semakin banyak tidak mempermasalahkan akhirat, orang mengejar/memetingkan dunia. Jadi bukan masalah menikah dengan siapa, agamanya apa, umurnya berapa!. Bukan masalah pula pakaian yang dikenakan terbuka, minim dan ketat.

Norma, atauran masyarakat, rambu-rambu agama juga bukan masalah lagi, karena itu masalah pribadi. Justru norma, aturan masyarakat, agama dianggap sebagai penghambat kemajuan, ekspresi, maupun kreatifitas, jadi semakin dianggap membodohi. Atau boleh berekspresi, berkreasi walau itu pada agama dengan cara memotong, menambahkan pada bagian-bagain tertentu dari ajaran agama yang telah baku. Jadi kalau ada yang menasehati, bakal dapat masalah atau bahkan malu karena sipenasehat bakal di tanya "emang loe siapa?, bukan bapak/ibu saya, saudara bukan, jadi ngapain pakai menasehati saya, urus saja diri sendiri!".

Makin tidak dibutuhkan orang sopan, santun, beradap, berpakaian rapi, tidak minim, tidak ketat dan tidak terbuka. Justru yang dicari / yang lazim sekarang ini adalah yang ceplas ceplos, tak perlu basa-basi, tak perlu beradap, dan jika perlu tidak berpakaian dan gokil serta aneh, batasan yang disebut bermoral baik semakin kabur.. Coba simak saja artis idola sekarang ini umumnya yang sepeti itu, ada artis yang bolak balik di laporkan ke polisi karena mulutnya. Tapi tetap saja dipakai karena menguntungkan pihak tertentu.

Bukan masalah lagi, karena hanya mengejar dunia. Semoga bermanfaat, aamiin.

No comments: