Friday, May 10, 2013

PENJAHAT KELAMIN?.

Beberapa hari ini hampir semua media televisi terkemuka di Indonesia gencar memberitakan kasus daging impor, terutama Ahmad Fathonah (AF) dengan wanita-wanita di sekitarnya.

Pagi ini saat saya bersama anak saya yang masih SD sedang hendak siap-siap berangkat. Berita tentang AF ini muncul lagi disebuah TV swasta. Tiba-tiba saja anak saya berujar;
"Yang mana sih Ahmad Fathonah?, yang itu ya". Kebetulan gambar yang ditampilkan di TV itu begitu cepat beralih ke gambar lain. Jadi sayapun punya jawaban enak dan singkat.
"Entah,...Kebetulan juga otak saya belum merekam secara baik, gambar wajah AF sehingga saya juga tak paham yang mana AF itu.

Jawaban saya yang singkat itu dan ketidakpahaman saya yang mana AF. Alhamdulillah sangat menguntungkan, karena saya sama anak saya tak perlu meneruskan bicara panjang lebar tentang AF. Saya kira kita semua yang mendengar berita tentang AF ini, akan mengelus dada, narik nafas panjang dan mungkin geleng-geleng kepala. Dari berita AF ini kita bisa punya bukti bahwa uang bisa melenakan, merusak segalanya, iman, merubah keharmonisan, rasa hormat dan fikiran baik kita selama ini. Kita juga bisa memahami uang bisa menggaet dan meluluhkan wanita-wanita cantik. Ahhh... uang memang bisa jadi alat yang sangat membahayakan, uang begitu menggoda.

Siapapun bisa berfikiran negatif, pada AF dengan uang dan wanita-wanita itu. Untuk apa AF begitu baiknya memberikan banyak duit atau benda mewah lainnya ke wanita-wanita itu tanpa ada maksud, otak kita jadi (maaf) liar dan cendrung negatif. Apalagi ketika AF ditangkap sedang berduaan dengan wanita muda, cantik dan tidak ada hubungan darah, istri atau keluarga. Kesannya ia seperti PK (Penjahat Kelamin??). Kenapa pula menjadi penjahat kelamin. Karena wanita muda, cantik dan uang ujungnya adalah birahi, birahi itu tempat kelamin bermain-main, jika tidak dikendalikan. Kalau di umbar tentu menjadi kejahatan, sejatinya kelamin itu harus dipakai secara baik, halal dan sah.

Banyak pelajaran, yang bisa diambil dari berita-berita tentang AF ini. Kalau kita mau menelaahnya. TV adalah salah satu yang dalam hal ini patut kita kontrol secara ketat untuk anak kita, berita yang berulang-ulang tentu akhirnya akan  menjadi perhatian siapapun termasuk anak kita yang belum patut mendengar berita seperti AF ini.

Saya sama istri saya kalau lagi duduk menonton berita bersama anak-anak, biasanya akan langsung memindahkan salauran jika beritanya tentang, pekosaan, pembunuhan, kejahatan orantua pada anak bayi (membuang, membunuh dan seterusnya). Bagi saya dan istri, hal-hal seperti itu belum patut didengar sama anak-anak kami, maka kami sebisa mungkin selalu berusaha menghindarkan berita seperti itu dengan cara memindahkan saluran segera. Semoga ini bermanfaat, aamiin.




No comments: