Wednesday, March 27, 2013

KEJUJURAN UKURANNYA DUIT?.

Beberapa malam yang lalu sebuah televisi swasta dalam acara 'On The Spot' menampilkan 7 manusia terjujur, tentu versi acara tersebut. Menarik dan hebat ditampilkan 7 kisah manusia jujur karena mengembalikan uang puluhan juta hingga milyaran yang mereka temukan. Mereka-mereka itu menjadi penghias berbagai berita utama di negara masing-masing; koran, televisi dan berita dunia maya.

Jujur itu memang hebat kalau dalam agama Islam bisa membawa orang Islam yang jujur masuk ke dalam syurga kelak. Namun tayangan TV swasta tentang 7 manusia jujur itu, menjadi tanda tanya bagi saya, kenapa???.

Pertanyaan saya adalah kenapa jujur harus disebut hebat / menjadi berita utama jika menyangkut UANG. Atau kalimat lainnya adalah kejujuran yang hebat adalah ketika kita menemukan uang dalam jumlah banyak dan kita kembalikan maka itulah yang JUJUR, SEMAKIN BANYAK UANG YANG DIKEMBALIKAN MAKA NILAI / LEVEL / PERINGKAT KEJUJURAN ANDA SEMAKIN TINGGI, HEBAT. Lalu bagaimana kalau uang itu jumlahnya sedikit, tapi dikembalikan. Lalu bagaimana pula kejujuran menyangkut hal lain, misalnya jujur dalam hal cinta, jujur dalam hal agama, jujur dalam hal perilaku seperti; menyimpang dari norma atau yang umum, atau penyuka sesama jenis dan seterusnya.

Jujur tampaknya dan disetujui banyak orang sekarang menjadi barang langka, bahkan unik. kenapa?, karena konon sudah sulit menemukan orang jujur saat ini. Semua hal diukur dengan duit, atau apa sih yang tidak menggunakan duit?, atau siapa sih yang tak tergiur duit? (pertanyaan-pertanyaan ironisnya), bahkan kejujuran itu sendiri bisa di 'beli',  Ingatkan?,..banyak saksi / hakim / jaksa 'bayaran' dipengadilan. Maka dipandang hebatlah jika ada orang mengembalikan duit yang ditemukannya dalam jumlah banyak.

Sepertinya memang sulit menemukan orang jujur sekarang ini, coba simak di jalan raya, banyak pengguna jalan yang tidak jujur pada peraturan lalu lintas. Di kantor-kantor pemerintah, kejujuran juga sulit di temukan, di Rumah Sakit juga banyak dokter tidak mau jujur pada pasien, di SPBU juga diragukan. Di pasar para penjual banyak mengaku tidak untung, tapi jualan terus, atau timbangannya tidak menghadap pembeli. Cara berpakaianpun banyak orang tak jujur, memakai jaket tidak jujur, karena terbalik, untuk punggung di depan, untuk depan dibelakang. Bahkan banyak wanita tidak jujur dengan berpura-pura orgasme. Dalam beragamapun banyak yang tidak mau jujur, misalnya dengan hanya giat beribadah pada bulan puasa saja.

Sebetulnya jujur mudah ditemukan untuk hal-hal kecil dan ringan, tidak melulu berkaitan dengan duit. Jujur tidak selalu hebat jika menemukan duit banyak lalu dikembalikan. Menggunakan sesuatu sesuai peruntukan, norma dan agama jauh lebih hebat, bahkan lebih mulia. Jujur hendaknya tidak hanya dimaknai secara sempit sebagai keselarasan antara kata dan perbuatan, kesesuaian antara kata dan fakta. Amanah adalah kejujuran yang paling tinggi nilainya, karena amanah selain dapat berlaku jujur terhadap dirinya dan orang lain, tapi juga berlaku jujur juga kepada Allah dan Rasul-Nya. Kepada Allah SWT artinya kita memenuhi perintahnya dan meninggalkan larangannya juga demikian kepada Rasulnya. Semoga bermanfaat, aamiin.


No comments: