Monday, October 10, 2011

MENCARI IDENTITAS ORANG SUMSEL.


Apakah indentitas orang Sumatera Selatan (SUMSEL) yang bisa dibawa-bawa kemana-mana atau setiap hari sebagai pembeda dengan yang lain?. Anda sebagai orang SUMSEL bisakah menyebutkannya, misal dari ciri-cirinya, dari namanya, dari cara berpakaiannya, jika anda keluar SUMSEL ciri-ciri atau identitas itu mudah anda temukan?. Bahasa Palembang atau bahasa suku-suku lainnya yang ada di SUMSEL sangat berbeda namun ketika diluar SUMSEL sulit ditemukan orang berbahasa Palembang (padahal ia orang Palembang) atau bahkan terkadang ketika saya berbahasa komering orang-orang disekitarku heran dan bertanya-tanya bahasa apa dan dari mana itu?. Bahkan beberapa peristiwa setelah selesai berbincang baru ketahuan bahwa lawan bicara saya orang Palembang.

Apa artinya?, artinya saat ini bahasa Palembang belum bisa dijadikan ciri atau identitas apalagi bahasa suku-suku lainnya karena belum dikenal orang, belum bisa dijadikan sebagai tanda. Simak orang Batak dengan nama kemargaannya serta bahasa dan logatnya yang jelas sebagai pembeda dan identitas mereka. Simak pula Bali, Jawa, Makasar, India, Cina, serta Arab. Identitas-identitas itu begitu melekat sehingga kita langsung tahu kalau itu orang Batak, Bali, Jawa, India, Cina dan atau Arab.

Kenapa Identitas / ciri penting? atau seberapa penting sebuah identitas?. Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan ilustrasikan sebuah 'produk' yang dijual dipasar. Dipasar sana sungguh banyak berbagai jenis produk yang ditawar/dipajang, untuk satu jenis kegunaan saja terkadang ada puluhan. Contoh sabun detergen untuk pencuci pakaian, untuk produk ini saja luar biasa banyaknya, sulit kita menghafalnya/menyebutnya satu persatu. Namun produsennya tidak kehilangan akal agar konsumen tidak salah memilih. Produsen akan membuat identitas, ciri yang membedakan produk mereka dengan produk lainnya yang ada dipasar.

Dimulai dengan nama/merek yang berbeda, bentuk tulisan, warna, ukuran dan manfaat produknya yang berbeda, lalu disebarlah produk itu menuju tempat konsumen dan dikomunikasikanlah produk itu sehingga konsumen mengetahui produk itu dan konsumen kenal/hafal. Bukankah yang berbeda itu selalu menjadi perhatian. Nah..anda bisa bayangkan jika produk itu tanpa nama, tanpa identitas yang menarik dan jelas baik dari segi warna, bentuk, ukuran, dan manfat, serta jarang ditemukan atau didengar, betapa sulitnya produk itu akan berhasil di pasar. Begitu juga dengan musik, sungguh banyak jenis musik. Padahal musik adalah hanya perkara mengasilkan suara dan irama yang harmonis sehingga enak didengar, namun untuk membedakannya para musisi/pencipta musik dengan lainnya mereka membuat sesuatu yang berbeda misal suara vokalisnya, irama yang dihasilkan, bunyi-bunyi yang dominan, sehingga terciptalah beberapa jenis musik, aliran dan seterusnya. Lihat pembeda Michael Jackson,  Lady Gaga, Celine Dion dengan lainnya. Simak pula pempek/empek-empek begitu kuat dan melekatnya dengan Palembang, maka tidak ada yang berani mencoba membuat pempek/empek-empek ala Jawa, Padang, Madura seperti sate, namun begitu sate itu tetap ada pembedanya, bukan?.

Identitas ternyata begitu penting, dengan identitas yang kuat dan melekat bisa dibangun kekuatan, kebersamaan, kebanggan. Satu suku atau golongan dengan kekuatan identitas / ciri yang mereka pegang dan jalankan mereka akan maju, kuat dan dominan. Sekali lagi apakah orang SUMSEL memiliki identitas / ciri yang kuat dan melekat?. Jika anda tidak bisa menyebutkan identitas / ciri khas orang SUMSEL maka sesungguhnya orang SUMSEL sama dengan produk yang ada dipasar, sulit dikenal bahkan diabaikan dianggap tidak ada. Saatnya kita mencari untuk  menemukannya. Tujuannya untuk membangun kekuatan, kebersamaan dan memajukan SUMSEL. Mari kita coba rumuskan dari hal-hal kecil saja dulu. Ayo kita bikin gerakan membangun identitas / ciri khas Orang SUMSEL.

No comments: