Tuesday, October 25, 2016

HENTIKAN 'MULTITASKING & MULTITALENT'

Saya pernah membaca sebuah slogan STOP MULTITASKING. Saya tertarik dan cukup merenungkan, kira-kira apa maknanya. Apa definis Multitasking atau Tugas ganda menurut wikipedia "adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada sebuah metode di mana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan memjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan".

Na..kira-kira itu definisinya, kalau kita sederhanakan artinya "melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu / saat bersamaan". Sering dengan perkembangan zaman, istilah multitasking yang tadinya dikenal di dunia teknologi (komputer), kemudian merambat ke manusia. Makin banyak perusahaan mencarai manusia-manusia hebat yang bisa 'multitasking' yang bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Atau dicari manusia-manusia hebat yang serba bisa. Manusia unggul yang bisa dan mau bekerja beberapa jenis pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Tapi bisakah itu, atau adakah manusia yang bisa seperti itu?.

Saya pernah menulis di blog saya grandqueen.blogspot.com. Judulnya "ADAKAH ORANG BISA MENGERJAKAN DUA HAL BERBEDA DISAAT BERSAMAAN?". Saya tulis sekitar tanggal 1 Agustus 2012 lalu, bahwa telah diadakan sebuah percobaan untuk membuktikan apakah manusia mampu mengerjakan pekerjaan lebih dari satu jenis pekerjaan dalam satu waktu. 

"Dibuatlah sebuah percobaan pada orang yang mengaku bisa melakukan beberapa pekerjaan disaat yang sama, Ia lalu diminta membawa atau mengendarai sebuah mobil dijalan lurus nan sepi. Ditelinga kiri kanannya ditempelkan sejenis 'earphone' alat dengar yang dihubungkan dengan operator. Kepadanya si sukarelawan untuk menjalankan mobil sambil mendengar perintah dari operator. Ketika mobil sudah berjalan, operator meminta relawan menjawab penjumlahan angka-angka sederhana. Berjalan mulus, artinya dijawab dengan lancar dan mudah. Mobil terus berjalan operator tetap meminta relawan menjumlahkan angka-angka tertentu, kemudian para peneliti yang berada di mobil lain didepan sang relawan mulai menjatuhkan barang-barang dengan interval tertentu, si relawan harus mengelak dari barang yang dijatuhkan itu. Ketika itu mulai ada gangguan konsentrasi, ketika mobil  harus mengelak/menghindar dari barang yang dijatuhkan, si relawan tak mampu menjawab penjumlahan angka yang diminta operator, meleset, lupa pada angka yang disebut operator bahkan tidak dijawab sama sekali. Masih ada beberapa percobaan lain" 

"Dari hasil percobaan / penelitian tersebut membuktikan bahwa manusia tidak bisa MENGERJAAN sesuatu yang berbeda disaat yang bersamaan. Kalau ada yang mengaku bahwa ia bisa nyuci piring sambil mendengarkan musik, ternyata mendengarkan musik bukanlah sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dari otak. Otak jika sudah terkonsentrasi pada satu hal, satu pekerjaan maka tidak akan mampu berkonsentrasi pada hal /pekerjaan lain".

Jika anda melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, maka sesungguhnya pekerjaan anda akan menjadi lambat, konsentrasi anda akan terpecah/berkurang sehingga tingkat kesalahan yang akan terjadi akan semakin besar/tinggi. Lalu kenapa makin banyak perusahaan besar mencari orang-orang yang disebut 'multitasking / multitalent". Salahkan mereka?, Perusahaan itu tidaklah salah. Mereka itu ingin mencari orang yang memiliki kemampuan banyak, dibanyak jenis pekerjaan. Tapi sayangnya ketika itu dikaitkan dengan uang / gaji tidak serta merta gaji anda juga 'multitasking' atau segera disesuaikan. Perusahaan justru ingin melakukan penghematan-penghematan, atau mengeluarkan pengeluaran. 

Saya masih ingat tahun 1998 ketika saya bekerja di sebuah perusahaan asal Jepang. Ketika itu ada karyawan wanita yang harus cuti selama 3 bulan karena melahirkan. Lalu bos saya asal Jepang itu memanggil saya, lalu kami membicarakan staf wanita yang cuti 3 bulan itu, mungkin karena terlalu lama dirasa sang bos, dan pekerjaan si staf wanita sudah bisa di lakukan staf lainnya, maka dia berkata "Pekerjaan si "A" sudah bisa dikerjakan si "B" kenapa harus kita panggil lagi ya si "A"?". 

Prinsipnya jika beberapa tugas / pekerjaan itu sudah bisa dilakukan satu orang kenapa harus ada dua orang untuk melakukannya. Ini sebuah prinsip yang hebat demi kemajuan usaha. dengan menggembar-gemborkan betapa hebatnya orang yang 'multitasking / multitalent' itu. Tapi sebenarnya, jika berkaca pada hasil percobaan itu maka sesungguhnya tidak ada orang yang benar-benar mampu melakukan lebih dari satu pekerjaan di dalam satu waktu. Harus di hentikan upaya mencari-cari manusia / orang yang bisa 'multitasking / multitalent' apalagi gajinya juga tidak 'multitasking / multitalent'. Mulai sekarang anda harus sadar tentang hal ini. Semoga bermanfaat.


No comments: