Tuesday, February 11, 2014

SEBATAS IKUT TERHARU.

Bekerja di perusahaan seperti galangan kapal dengan luas area kurang lebih 40 ha dan dengan jumlah karyawan yang bekerja ribuan orang. Kemudian perbatasan sekelilingnya dengan laut, dengan kampung penduduk cukup rawan dalam hal keamanan. Para pencuri yang mengaku nelayan dengan menggunakan 'pompong' (orang melayu menyebutnya) lumayan banyak hampir setiap hari mereka ini datang, sudah lumayan peralatannnya pakai pakaian penyelam, pakai mesin oksigen untuk membantu penyelam agar bisa menyelam lebih lama. Kenapa mereka menyelam?. Biasanya mereka mengambil potongan-potongan besi didalam laut, atau dibibir pantai. Saya juga heran kenapa potongan besi itu bisa di dalam laut, dan kenapa mereka tahu ada potongan besi dalam laut?. Untuk kasus ini belum pernah ada yang ditangkap, dikarenakan keterbatasan.
Untuk tindak pencurian didarat biasanya yang paling banyak diambil adalah kawat las (tembaga). Untuk kasus ini yang paling banyak tertangkap tangan. Yang menyimpan hasil curian dalam tas, dan ada juga yang dililitkan di badan, sungguh nekat. 

Padahal kita sudah sering mengingatkan agar tidak tergiur untung sedikit tapi akibatnya merugikan, merepotkan bahkan menderita. Namun himbauan itu ternyata tidak mempan. Hanya dalam hitungan hari dua kejadian pencurian yang tertangkap tangan terjadi dan sesuai janji kami bagi yang tertangkap tangan akan di serahkan ke Polisi. Biar jadi pelajaran bagi mereka dan bagi yang lainnya.

Sudah entah keberapa kali saya dipanggil Polisi untuk dimintai keterangan, sebagai pihak yang dirugikan. Saya juga terkadang ketar-ketir kalau sudah menghadap polisi. Sudah beberapa kali pula saya didatangi pihak keluarga pelaku untuk minta tolong agar mencabut laporan. Tapi tentu saja saya tidak berani, dan tidak punya wewenang. Kenapa pula saya menceritakan hal ini dan memberi judul tulisan 'Sebatas Ikut Terharu'.

Dalam dua hari ini kemaren tanggal 10 Jan 2014 dan tari ini 11 Jan 2014 saya didatangi pihak keluarga dua kasus pelaku tindak pencurian kabel (mengaku sebagai istri, anak, saudara kandung, paman, dan lainnya), mereka meminta bertemu saya kira perusahaan dapat mencabut laporan di polisi.

Yang membuat saya terharu. Saya baru menyampaikan / menanyakan maksud mereka. Si istri (si wanita) sudah menangis (pembukaaannya saja) sudah menangis. Bilang lagi hamil, anak lagi sakit, macam-macamlah yang disampaikan. Suaranya terputus-putus, raut wajahnya merah, sedih, dan bayangkanlah sendiri bagaimana orang menangis, sebentar-bentar menutup muka, melap air mata yang mengalir dipipi. Sambil memohon-mohon agar saya mencabut laporan. Saya jadi ikut terharu mendengar penuturan serta liat raut wajah-wajah mereka yang sedang kesusahan.

Inilah terkadang yang tidak difikirkan pelaku pencurian atau tindak kejahatan lainya. Mereka tergoda namun lupa akibatnya; kehilangan pekerjaan, kehilangan mata pencaharian, merepotkan semua pihak, istri, anak, saudara kandung, paman, dan lainnya, bahkan mungkin menderita karena mendapatkan bogem serta merasakan hotel brodero.

Jangan ditirulah dan jangan tergoda. Ya Allah lindungilah aku, istri dan anak-anakku dari bujuk rayu iblis, setan dan dari kejahatan-kejahatan lainnya Aamiin.

No comments: