Saturday, April 13, 2013

MEMESAN TIKET NERAKA?.

Indonesia, sudah menetapkan baik dalam pembukaan UUD 45 dan Pancasila bahwa Ber Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya Penduduk Indonesia haruslah memiliki agama, tapi percayakah anda ada orang Indonesia yang atheis dan jumlah semakin banyak.
Dulu sekitar awal tahun 2000, ada sejawat saya sesama HR / Personalia (istilah lamanya) di Lobam-Bintan. Seorang wanita, Indonesia Asli, akhirnya secara halus mengakui kalau ia tidak memiliki agama alias atheis, Walau semua keluarganya Islam. Pengalaman hidupnyalah yang membuatnya menjadi atheis (maaf saya tidak bisa menceritakannya). Sudah sepuluh tahun lebih kami tak pernah ketemu dan berkomunikasi lagi, saya berharap ia kembali beriman dan bertaqwa yang benar. Tentu saja pengakuannya itu membuat kami sesama HR heboh. Ini Indonesia coi...mana boleh atheis alias tidak punya Tuhan. Tidak jelas memiliki agama atau tidak.
Bila mengaku atheis secara terbuka tentu akan menjadi berita besar, heboh, masih ingatkan???... beberapa waktu lalu di dunia maya Facebook, seseorang di Padang Sumatera Barat mengaku atheis dan akhirnya yang bersangkutan diamankan polisi. Indonesia tidak mengizinkan seseorang atheis? artinya harus memiliki agama, bisa dipidanakan.

Tahukan anda jumlah yang atheis itu semakin banyak dari tahun ke tahun. Kita, kamu menjadi atheis tanpa disadari gak percaya. Astaghfirullah....Simak Allah SWT berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (TQS al-Nisa’ [4]: 150-151).
Golongan-golongan seperti ini banyak, contohnya tidak ada sebab tidak melaksanakan sholat, tidak mau puasa dan seterusnya. Itukan perintah Allah SWT, tak mau melaksanakan berarti menolak. Coba kalau ada anak yang tidak patuh pada orangtuanya itu sama dengan menolak perintah kedua orang tuanya, dan apa namanya?. Itu perkara-perkara besar dan dasar, yang besar dan dasar saja kita menolak apa lagi yang kecil dan ringan. Misalnya seorang wanita setelah menikah secara sadar menempelkan nama suaminya pada namanya sendiri, ini termasuk perbuatan dilarang agama Islam. Menolak melaksanakan perintah Allah SWT, atau melaksanakan secara sadar sesuatu yang dilarang sama artinya memesan tiket neraka?. Entahlah, fikirkanlah itu.

Contoh lain adalah bentuk yang nyata dari atheis tanpa disadari adalah ikut mengakui paham SEKULARISME. Apa itu paham sekularisme .....sekulerisme adalah ajaran mendasar yang memisahkan agama dari kehidupan. Tuhan dianggap tidak ada dan tidak berhak mengatur kehidupan Sekulerisme meyakini bahwa hanya manusia yang berhak mengatur urusan kehidupan. Semakin banyak manusia yang berkeyakinan bahwa, kesuksesan / keberhasilan, kepintaran, kecantikan, ketampanan bukanlah urusan Tuhan melainkan karena kemampuannya yang laur biasa. Apakah ini termasuk tindakan memesan tiket ke nerakah...silahkan fikirkan,,semoga bermanfaat. Aamiin.

No comments: