Tuesday, June 24, 2008

Teman itu seperti penjual Parfum / minyak wangi

Ada seorang wanita yang mengatakan, "aku tak peduli dengan siapa aku bergaul". Kebetulan wanita yang berkata itu seorang wanita baik dan berjilbab (berkerudung). Kebetulan juga kawan-kawan siwanita banyak anak gaul (untuk menyebutkan wanita zaman sekarang ) yang cara berpenampilan dan berpakaian boleh dibilang bebas. Pakaiannya serba sempit, singkat, dan banyak mengumbar aurat. Si wanita melanjutkan alasan "yang penting aku berpakaian dengan cara aku (berjilbab/berkerudung), dan aku tidak terpengaruh dengan cara-cara mereka".


Lalu masalahnya dimana?. Mungkin kita akan menemukan masalahnya dengan membaca perumpamaan berikut: Bagaimanakah kita memandang sebuah gelas kaca yang bening, bersih dan cantik jika gelas tersebut ditempatkan atau digabungkan dengan tumpukan kotoran. Pandangan kita akan terganggu dengan hal itu. Kebeningan, kebersihan dan kecantikan gelas menjadi berkurang karena tempatnya yang tidak mendukung.
Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau : “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Begitu jugalah sang wanita. Banyak wanita zaman sekarang kita jumpai berjilbab/berkerudung namun teman-teman si wanita berpakaian sempit, terbuka auratnya. Siwanita mungkin tak menyadari hal itu sehingga akan mengurangi nilai bahkan rasa hormat orang lain kepada si wanita.

No comments: