Thursday, September 12, 2013

MIMPI BASAH??.

Istri saya bercerita, kalau anak saya kedua yang masih duduk di kelas VI SD, bertanya tentang sesuatu yang agak sensitif. Tiba-tiba saja anak saya bertanya:
"Bunda, mimpi basah itu apa?". Kata anak saya.
"Ngompol", kata istri saya, berusaha menjawab sekenanya.
"Bukaaaan!, kata Pak guru bukan itu, itu biasanya ada sama laki-laki saja, perempuan tidak". Sergah anakku cepat.
"Jadi bukan orang yang ngompol?". kata istri saya.
"Bukan".
Istri saya tidak terlalu melayani, sehingga diskusi yang menurut kami belum layak didiskusikan sama anak SD. Malamnya istri saya menyampaikan hal itu ke saya, dan istri saya tertawa cekikikan, merasa lucu dengan kejadian itu, saya hanya diam saja sambil menyimak cerita itu, namun saya sempat juga merenung.

Betapa dunia pendidikan Indonesia begitu cepat berubah, jaman saya dulu pelajaran reproduksi atau kematangan biologis (baca sexualitas) manusia ada di SMA kelas satu. La..sekarang SD kelas VI sudah ada. Menjadi tak enak berfikir juga bagaimana cara guru menjelaskan hal itu, bagaimana pula kalau guru yang menjelaskan belum matang dalam bersikap, emosi yang masih labil bahkan bagaimana pula kalau imannya lemah?. Penjelasan dan cara serta sikap dalam menjelaskan bisa mempengaruhi anak didik, dalam memandang sexualitas, bisa jadi lebih penasaran lalu terjerumus. 

Bisa jadi kurikulum bermaksud baik, agar murid ato anak didik memahami sexsualitas dari guru atau lembaga resmi yang namanya sekolah. Tapi benarkah ini sudah tepat, sudah benar?...adakah panduan atau petunjuk, kriteria, syarat dasar bagi guru yang dapat menyampaikan hal ini. Bisa-bisa terjadi pencabulan jika gurunya lemah iman, atau memancing-mancing gairah murid.

Kita sebagai orangtua yang memiliki anak-anak tentu saja risau masalah sexualitas ini diajarkan kepada secara dini apalagi ke anak SD. Rupanya ribut-ribut di media masa tentang pelajaran (baca buku) berbau porno tidak lantas berakhir, upaya ini terus berlangsung baik dengan cara terang-terangan, maupun dengan cara-cara halus namun berterusan. Sexualitas menjadi sepele, apalagi bicara masalah MIMPI BASAH.

Tapi memang masalah sexualitas itu, bukan sesuatu yang tabu lagi, dipasar, di mall, dijalan raya, apalagi media masa (TV) mengumbar sexualitas (porno) hampir setiap hari terjadi, bahkan wanita sepertinya semakin tak butuh lagi pakaian, makin mini, singkat, sempit dan semakin terbuka, mereka tidak lagi risih berjalan depan umum membuka / memamerkan paha, perut, dan dada. Sexualitas bukan lagi sesuatu yang TABU, apalagi cuma mimpi basah. Rusak moral itu bisa dari arah mana saja, kitalah sebagai orangtua harus pandai-pandai mendidik anak agar kelak tidak menyusahkan atau tidak dituntut di akhirat,.aamiin.


No comments: