Wednesday, January 25, 2012

DISPENSER AIR MINUM, Praktis Tapi Belum Tentu Sehat.

Zaman sekarang hampir tidak ada lagi rumah tangga yang tidak memiliki dispenser air minum. Sedikit menjelaskan yang saya maksud adalah sebuah alat tempat air minum siap konsumsi, dengan hanya menekan  / memutar sejenis krannya, maka tersedialah air panas maupun dingin dalam sekejab. Praktis sekali, jika ingin membuat teh panas / minuman panas siap dalam beberapa detik saja. Bayangkan sebelum ada dispenser air minum, untuk mendapatkan air panas dibutuhkan waktu beberapa menit, karena harus direbus terlebih dahulu, kalaupun ada termos panasnya tak konsisten seperti dispenser.

Tapi pernahkan anda berfikir apakah dispenser air minum yang kita miliki, sehat dan steril?. Dispenser yang kita miliki jelas tidak seratus persen terbebas dari debu, walau air galon dari isi ulang sudah bersih. Debu akan masuk pada saat pergantian galon, maupun saat tidak sedang dipakai, karena sesungguhnya ketika galon dipasang ke dispenser tidaklah begitu rapat sehingga masih ada celah untuk masuknya debu. Cobalah anda sekali-kali buka dispenser yang anda miliki, lalu lihatlah bagian dalam dispenser itu, sungguh banyak debunya. Mungkin dispenser yang kita miliki bukanlah tipe yang baik, aman dari debu dan berbahan murah meriah. 

Kelemahan dispenser yang lain adalah,
ketika galon dipasang didispenser tidak selamanya air itu mengalir, bahkan mungkin lebih banyak diam, tidak bergerak. Air yang tidak bergerak dan terus menerus menempel disatu tempat yang sama dalam waktu lama bahkan berbulan-bulan akan memancing tumbuhnya lumut (bak mandi dari keramik biasanya setelah beberapa hari keramiknya licin bukan?). Coba anda periksa dan sentuh dengan jari bagian bawah tempat memasang galon ke dispenser (tempat mulut galon dipasangkan), jika anda merasakan seperti licin atau seperti berminyak maka kemungkinan itu lumut, sehatkah itu?, bersihkah itu?. Apalagi banyak sekali air isi ulang disekitar rumah kita yang belum tentu benar-benar steril hanya bening dan cara pengisian dan menutup galon yang ceroboh-misal sambil merokok, dipinggir jalan lagi. 

Jika anda masih penasaran, coba lepaskan bagian tempat memasangkan mulut galon kedispenser-biasanya dengan cara memutarnya lalu diangkat. Anda akan melihat tempat tampungan sementara air sebelum menuju ketempat tangki pemanas dan ke tangki  dingin, mungkin anda akan terkejut melihat warnanya yang agak kecoklatan atau kuningtua dan jika disentuh licin seperti lumut.

Lanjutkan lagi periksa bagian dalam dispenser dengan cara membuka mur dibagian belakang, setelah  itu periksalah pipa plastik dan tangki pemanas, kemungkinan yang anda akan temukan pipa-pipa plastik yang ada baik yang menuju tangki pemanas maupun ke tangki dingin warnanya telah berubah kecoklatan atau kuningtua, pekat, bisa juga anda temukan pada bagian tertentu pada tangki itu sudah ada yang berkarat. Sehatkah itu, bersihkah itu.

Ini berlaku bagi dispenser anda yang sudah lama, mungkin sudah dipakai hampir setahun bahkan lebih. Sungguh sayang produsen dispenser terkadang tidak memberikan pentunjuk cara membersihkan, merawat dispenser yang mereka produksi, dan usia pemakaian wajib dibersihkan. Produsen dispenser seharusnya menyediakan alat / sikat untuk membersihkan dispenser. Kitapun terkadang membeli dispenser maunya murah dan hebat (multifungsi) mampu panas, panas sekali dan bahkan bisa dingin seperti air dari kulkas. Namun kita luput memperhatikan aspek perawatan dan cara merawatnya, bahkan lebih hebat lagi selagi dispenser itu tidak mengalami gangguan kita tidak pernah membersihkannya kecuali bagian luarnya saja, itupun hanya mengusap / lap saja. 

Dispenser memang harus secara berkala juga diperiksa dan dibersihkan, misalnya menyiram dengan air panas sehingga lumut debu dapat diminimalisasi secara berkala pula, dispenser memang praktis dan memudahkan pemiliknya dalam mendapatkan air minum baik itu dingin maupun panas, namun dispenser dengan tingkat usia pemakaian yang cukup lama secara terus menerus akan semakin tidak sehat karena debu semakin banyak dan lumutpun akan tumbuh. SEMOGA BERMNAFAAT.





No comments: