Tuesday, May 31, 2011

AKU MASIH BERUNTUNG?.

Galang IslandImage via Wikipedia
Tiba-tiba HPku berbunyi, lalu aku lihat nomor yang tertera dilayar, tak kukenal tapi menyimak dari nomornya sepertinya bukan dari HP tapi dari nomor telepon biasa karena dimulai dengan 0778...itu kode wilayah kota Batam. Lalu terjadilah percakapan antara saya dengan siwanita diseberang telepon.

Ternyata ia seorang anggota staff marketing sebuah hotel yang ada di Batam, di Nusadua Bali dan mungkin dibeberapa kota lainnya. Ia sedang berjualan dengan mengatakan saya terpilih untuk mengikuti sebuah presentasi di Hotel mereka di Batam sore ini sekitar pukul 18.00. Saya juga berhak menginap 3 hari 3 malam di Bali di Hotel jaringan mereka  untuk masa berlaku 6 bulan atau mengikuti kapal pesiar keliling Asia Tenggara dengan menggunakan 'voucher' yang akan di bagikan setelah presentasi nanti sore.

Saturday, May 28, 2011

PELAJARAN BUAT SEMUA WANITA.

Beberapa harian yang terbit di Batam hari Sabtu tanggal 28 Mei 2001, kompak memberitakan sebuah kejadian nyata yang sedikit lucu, sekaligus ironis. Begini ceritanya, dizaman sekarang sudah membudaya menggunakan air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk dirumah. Tak musim lagi merebus air setiap pagi, setiap sore, merepotkan dan tidak ekonomis, begitulah anggapan yang ada dibenak kita, sehingga penggunaan dispenser air isi ulang dirumah menjadi biasa, apalagi sangat praktis dan ekonomis, dan ada pilihan panas, biasa dan dingin.

Inilah yang juga dilakukan sebuah rumah tangga di Tanjung Uncang-Batam. Penggunaan air minum isi ulang mungkin mereka pesan hampir setiap 3 hari sekali. Sore itu memesanlah mereka air minum isi ulang pada langganan, sang wanita baru saja selesai mandi lalu masuk kamar, dikamarnya ia belum berpakaian lengkap alias masih telanjang bulat tanpa menutup rapat pintu apalagi menguncinya. Mungkin ia merasa aman karena dalam rumah.

Thursday, May 26, 2011

SIAPA PEDULI?.

Sebelah badan berpenampilan pria sebelahnya lagi wanita, sebagai merek dagang.

Kepedulian macam apa yang sekarang kita miliki?. Kita mau seperti apa?, orang lain mau seperti apa?, siapa yang mau peduli. Begitulah kira-kira sikap orang zaman sekarang. Mungkin itulah buah dari  budaya  yang disebut cuek (bukan cucu makwek lo..). Apa yang sebenarnya yang ingin saya tulis disini?.

Coba simak disekeliling kita, lingkungan kita, atau lebih jauh coba simak  di media televisi. Lalu lihat bagaimana penampilan, perilaku orang-orang disekitar kita itu atau di media televisi itu?. Orang-orang yang kita lihat berperilaku atau berpenampilan yang rada diluar kelaziman, melawan kebiasaan umum, kita tidak lagi peduli. Kita sekarang menjadi maklum kalo ada orang siang sebagai pria, malamnya menjadi seorang wanita. Penampilan seperti sudah kuno,  yang paling gres adalah sebelah badanya berpenampilan pria sedang sebelah badanya lagi berpenampilan wanita, sebagai merek dagang, asyik bukan...Apakah kita protes?, atau malah  ada diantara kita yang terkagum-kagum.

Apa bentuk kepedulian kita jika ada orang membawa mobil berpelat merah, milik negara. Padahal ia bukan pegawai negeri, bukan juga pegawai BUMN, pokoknya ia tidak berhak untuk membawa mobil plat merah. Namun ia membawa mobil itu sehari-hari seperti kepasar, memancing, dan kegiatan keluarga lainnya, kita menyaksikan dan mengetahui tapi kita tidak ambil peduli. Mungkin kita sudah menganggap itu hal biasa.

Bagaimana pula kalau kepala desa, berhasil memanjat istri sah orang lain, sampai melahirkan seorang anak?. Apakah kita peduli? atau kita pura-pura tidak mengetahui, atau tak ingin mengetahuinya?. Atau kita sudah maklum atas sebuah perselingkuhan?.

Sama halnya rasa maklum kita sekarang pada hubungan sejenis, pria dengan pria, wanita dengan sesama wanita, wanita bertato, wanita keluar malam. Rasa kepedulian kita semakin sempit, semakin berkurang bahkan akan terancam menghilang atas ketidaklaziman, ketidaknormalan dan ketidakwajaran. Kita sepertinya menyesuaikan atas tuntutan lingkungan, kita tidak mau direpotkan, kita cari aman dan cari selamat. Siapa peduli?, sehingga sebuah kepedulian kini menjadi langka dan mahal?. Satu-satunya kepedulian yang kita miliki adalah rasa untuk tidak peduli / ketidakpedulian itu sendiri. Makanya jika ada orang-orang punya kepedulian tinggi zaman sekarang, dapat penghargaan dan bisa diliput TV dan itu sesuatu yang sulit.

Wednesday, May 18, 2011

TIDAK LAMA LAGI, BUSANA TIDAK DIPERLUKAN?.

Mengikuti tren mode pakaian lazimnya, mengikuti asas cocok, pantas atau layak untuk dipakai. Misalnya cocok dengan bentuk tubuh atau warna kulit, pantas dengan usia, layak dengan kondisi sosial budaya atau lingkungan.

Namun kini mengikuti tren pakaian yang sedang populer, tidaklah begitu penting apakah hal itu cocok, atau tidak, pantas atau  tidak layak atau tidak layak. Pergerseran nilaipun sudah berlangsung, orang begitu takutnya untuk disebut 'ketinggalan zaman', 'kuno', dan bahkan takut disebut 'zadul' (zaman dulu). Lihatlah sekarang lagi tren celana pendek untuk wanita. Dulu wanita Indonesia malu menggunakan celana pendek, apalagi menggunakan celana pendek itu untuk keluar rumah, misalnya kerumah tetangga, ke pasar, jalan-jalan, apalagi ke pusat-pusat perbelanjaan seperti mal. Bercelana pendek dulu hanya monopoli kaum pria. Kalau R. A KARTINI hidup lagi mungkin ia menangis lihat wanita Indonesia sekarang.

Sekarang sudah berbeda, bercelana pendek tidak lagi monopoli kaum pria. Wanita dengan berbagai usia, berbagai postur tubuh, dan dengan berbagai warna kulit dengan mudahnya kita temui diberbagai tempat bercelana pendek diatas lutut bahkan ada yang super pendek. Ada yang mulus kulitnya ada juga sebaliknya, ada yang putih ada juga yang sebaliknya, ada yang muda namun ada juga yang lumayan berumur.

Artinya wanita bercelana pendek yang banyak ditemui dimanapun itu, tidak lagi peduli apakah itu cocok, layak atau pantas yang penting ikut tren. Tren busana memang begitu, bahkan  terkadang meniadakan rasa malu. Celakanya lagi tren busana sulit ditebak, bisa semakin aneh, semakin minim-maksudnya celana itu bisa saja lama-kelamaan seperti celana dalam alias CD, bisa juga semakin terbuka, bisa juga menabrak norma-norma, menabrak sopan santun, menabrak sosial budaya,  yang dianut, atau bahkan menghilangkan aturan kepercayaan atau agama yang dianut pemakai busana itu sendiri. Sehingga tidak lama lagi busana tidak diperlukan, karena dianggap tidak praktis dan tidak ekonomis. Cukup membeli cat pewarna untuk menutupi bagian-bagian tertentu saja, itupun jika masih ada rasa malu, kalau tidak ada rasa malu,  telanjang Anda tidak percaya?, di Inggris sudah ada sebuah perusahaan IT yang mewajibkan karyawannya telanjang baik pria maupun wanita.

Para wanita-wanita itu seolah berpakaian, tapi sesungguhnya mereka, tidak berpakaian. Ternyata benar untuk menghancurkan suatu kaum, tidak perlu dengan perang terbuka, cukup dihancurkan sosial budayanya.
Enhanced by Zemanta

Sunday, May 15, 2011

Dok, apa saya cacingan?.

Kemaren sore Sabtu tanggal 14 Mei 2011, akhirnya kuturuti juga saran istri agar aku pergi ke klinik perusahaan untuk memeriksa perutku. Sekitar pukul 17 kurang kami berdua berangkat menuju klinik  perusahaan sampai disana saya langsung dilayani dan dipanggil masuk ke ruang raktek dokter, kebetulan tak ada pasien lain dan keadaan klinik itu sepi. Mungkin karena hari Sabtu, akhir pekan sehingga orang lebih memilih menahan sakit atau lebih memilih pergi ke tempat hiburan atau tidak tahu kalau klinik itu buka 24 jam, atau orang-orang pada sehat semua. Entahlah...!?.

Seorang dokter wanita separuh baya mempersilahkan saya duduk, lalu bertanya kenapa pak?. Ini dok perut saya ini kenapa ya tak sembuh, sembuh sudah beberapa kali kesini keluhannya itu, itu juga. Saya perhatikan si dokter sambil membaca catatan riwayat kunjungan saya ke klinik itu. 

"Perut saya ini masih suka kembung, dan bunyi-bunyi".
"Ada mual atau muntah?". ujar sang dokter.
"Kalau mual ada tapi tak muntah, apa ini maag akut, dok?".
"Bukan, kalau maag akut disertai muntah dan ada darahnya?.
"Kalau perut yang suka bunyi-bunyi itu, apa dok?, apa saya cacingan?".
"Bagimana kalau saya rujuk saja bapak ke spesialis penyakit dalam?".
"Boleh". Dengan semangat saya menjawab.
"Bapak mau kemana, Rumah Sakit Budi Kemualian atau ke Awal Bros?".
"Ke awal Bros saja ujar saya semangat". Itu ingin merasakan Rumah Sakit Mewah berkelas Hotel di Batam, maklum,orang kampung.

Saya ingat pertama kali saya menderita maag, ketika masih kelas satu SMP tahun 1980 di Arun Aceh Utara dulu, waktu itu duduk salah, baring salah, cuma tidur yang enak. Kemudian sekitar tahun 1991 kambuh lagi setelah makan kerang rebus (kerang itu baik untuk meningkatkan libido) dengan sambal nenasnya di simpang lima Banda Aceh. Nah.. beberapa tahun belakang, sering kambuh tapi keluhannya kembung, mual atau mencret. STRESSS KALI?!.

Lalu sayapun diproses secara administrasi untuk dapat dilayani di Rumah Sakit Awal Bros dengan keluhan maag pakai huruf 'g' dibelakangnya, bukan huruf 'h dibelakangnya (maag bedakan dengan maah). Sayapun langsung menuju ke rumah sakit dimaksud. Sampai disana suasana front officenya persis seperti di hotel, mendaftar lalu petugasnya meminta kartu serta surat rujukan, setelah diproses petugasnya meminta saya kembali sekitar pukul 19.00, sambil memberikan nomor urut 05 dan menjelaskan kalau dokter mulai praktek pukul 19.00. Sayapun melihat jam wah ternyata masih lama, sekitar satu jam lebih. Saya dan istripun meninggalkan rumah sakit itu menuju nagoya untuk makan.

Menjelang maghrib kami singgah disebuah mesjid di ujung jalan Sriwijaya disekitar pelita. Saya suka arsitek mesjid ini yang indah dan sejuk, lantai dan dinding dalamnya bermarmar, kubahnya dicat warna emas. Didalamnya benar-benar mewah. Setelah sholat kamipun menuju rumah makan khas Lombok yaitu ayam bakar taliwang di jalan Sriwijaya-Pelita depan Bank BTN-Batam, lalu kami memesan dua porsi ayam bakar.

Begitu memulai makan langsung meledak dimulut rasa pedasnya yang luar biasa. Sambal khas beberuknya yang mentah itu sepertinya tidak menggunakan cabai merah, kriting, atau cabe rawit biasa, tapi  menggunakan cabe rawit jawa (cabe cungak bahasa komeringnya). Itu cabe yang kalau muda berwarna putih, kalau tua orange atau merah dan buahnya selalu keatas walau sudah tua (makanya orang komering menyebutnya cungak / keatas). Cabe ini memang lebih pedas. Suapan pertama langsung has..hus..has..hus karena pedasnya yang luar biasa. Istri saya saja yang biasanya tahan pedas kali ini, TAKLUK sehingga keluar air matanya, dan berkali-kali menyeka keringat yang terus mengucur di wajahnya. Sambal ini disamping pedas rasanya juga segar, didalamnya ada potongan-potongan kacang panjang dan terong hijau bulat  mentah (biasa untuk lalap), terasinya juga begitu terasa.

Anehnya walaupun kepedasan tapi makannya tidak mau berhenti, malah rasa pedas itu membuat selera makan kami bertambah lahap dan semangat. Beberapa pengunjung juga kewalahan dengan rasa pedasnya yang luar biasa, terlihat dari bibir mereka beberapa kali monyong-monyong kedepan, has..hus..has..hus. Satu ekor ayam hanya dipotong empat jadilah ayam bakar itu besar ukurannya sehingga nasi lebih cepat habis dibanding ayamnya. Nah..karena itulah umumnya pengunjung memesan nasi tambah. Anda penyuka rasa pedas layak mencoba ayam bakar taliwang ini.

Ditengah lagi asyik makan penuh tantangan itu, tiba-tiba HPku berbunyi, sambil menahan kepedasan panggilan itu kujawab juga, rupanya pihak rumah sakit mengingatkan saya untuk segera datang karena dokternya sudah tiba di rumah sakit. Sebetulnya kami sudah beberapa kali makan ayam bakar taliwang, yang di Pelita ini ternyata yang paling pedas, membuat kewalahan.

Setelah makan kamipun kembali ke rumah sakit, dan sayapun hanya menunggu sesaat untuk dapat giliran dilayani dokter spesialis penyakit dalam. Setelah ditanya keluhan saya sang dokter meminta saya untuk berbaring. Dokter itu lalu memeriksa perut saya dengan seksama menggunakan statesko, setelah itu mengoleskan sesuatu, seperti krim berwarna bening diperut saya, lalu iapun menempelkan sebuah alat. Kemudian ia memonitor pada sebuah layar dan berujar;

"Tidak merokok?, Tidak minum kopi?.
"Saya tidak merokok, dan tidak minum kopi".
"Bagus. Hati dan paru bapak juga bagus, ini hanya maag biasa".
"Terus kenapa perut saya sering berbunyi?, apa saya cacingan?".
"Bukan, mana ada seumur kita cacingan, biasa cacingan itu pada anak-anak".
"Ok, nanti saya kasih obat untuk seminggu, nanti kalau belum ada perkembangan bapak kesinii lagi, dan ini brosur untuk bapak baca atau pelajari dirumah, mengenai anjuran dan pantangan yang berkaitan dengan keluhan bapak. Bapak harus kurangi makanan rasa asam, kopi, dan pedas (saya senyum mengingat baru saja selesai makan makanan super pedas), Semoga Bapak lekas sembuh"
"Terima kasih dok".
Lalu sayapun keluar menuju kasir setelah kasir memproses administrasinya saya dipersilahkan menuju tempat penyerahan resep dan pengambilan obat. Obat diberikan dan sayapun diminta menandatangani sebuah kertas sebagai bukti bahwa obat telah diserahkan. Sayapun langsung tandatangani kertas itu dan obatnya diserahkan. SEMOGA LEKAS SEMBUH.
Enhanced by Zemanta

Saturday, May 14, 2011

BINGUNG ARTI KATA 'JAUH'?.

Barang kali diantara kita tidak ada yang tidak paham atau tidak mengerti arti kata JAUH. Kata jauh hampir selalu dilekatkan atau digandengkan dengan kata dekat. Jauh adalah sesuatu yang tidak dekat, itulah pengertian yang kita dapatkan. Rasanya sulit untuk menterjemahkan kata jauh dengan tidak melekatkan atau menggandengkannya dengan kata dekat, karena hanya itulah cara kita memahami kata jauh. Lawan kata JAUH adalah DEKAT, pasti bukan?. Namun coba simak beberapa kalimat berikut:

"Minum vegeta 2 hari sekali, wasir jauh!".
"Jauh lebih efektif".
"Jauh lebih efisien".
"Jauh lebih baik".
"Jauh lebih sempurna".

Bagaimana kita memahami kata JAUH dibeberapa kalimat tersebut diatas. Apakah artinya tidak dekat?, atau artinya 'semakin'. 

Untuk kalimat 'wasir jauh' kita dapat mengartikan penyakit wasir tidak akan datang, atau sembuh oleh vegeta yang rajin kita minum setiap 2 hari sekali. Sedangkan untuk kalimat-kalimat selanjutnya (dibawahnya), kita dapat mengartikannya sebuah kondisi yang semakin baik. Tapi jika kita mengasumsikan bahwa kata JAUH selalu berlawan dengan kata DEKAT, apakah bisa dibuat kalimat sebaliknya untuk kondisi yang berlawanan, misal:
"Tak teratur minum vegeta, wasir dekat".
"Dekat efektif". untuk menggambarkan kurang efektif.
"Dekat efisien". untuk menggambarkan kurang efisien.
"Dekat baik". untuk menggambarkan kurang baik.
"Dekat sempurna". untuk menggambarkan kurang sempurna.

Jawabannya mungkin tak bisa, bahkan malah kacau alias membingungkan artinya jika kalimat-kalimat itu digunakan. Tulisan ini hanya mencoba membuka pemikiran kita, mungkin kita akan mengetahui sesuatu itu benar atau salah. Belajar untuk memahami, semoga bermanfaat.


Thursday, May 12, 2011

BAGAIMANA JIKA 'ALAT VITALNYA' REDUP?.

Pagi kemaren tanggal 11 Mei 2011, sekitar pukul 8.30 aku dan istri menuju rumah sakit Awal Bros Batam. Kami berdua ingin menjenguk seorang sahabat yang hendak dioperasi. Kenapa harus pagi sekali?, kebetulan kata sahabatku itu operasinya akan dilakukan sekitar pukul sembilan pagi. Ya..bergegaslah kami kesana.

Sampai disana dan memasuki gedung rumah sakit itu, langsung terasa suasana kemewahannya-paling tidak jika dibandingkan dengan rumah sakit lain yang ada di Batam, sepertinya kita memasuki hotel berbintang, nyaman, sejuk,pilihan warna-warna dinding juga ikut menyejukkan, banyak lukisan alam, bunga menghiasi dinding itu, seragam para medisnya juga lebih menarik.

Lalu kami menuju lantai tiga dari sekitar 7 lantai yang ada, di depan ruang itu seorang petugas keamanan berbadan kekar duduk untuk memastikan situasi aman dan terkendali. Saya lalu menghamilinya,...eh maksudnya menghampirinya untuk bertanya dan memohon izin masuk menjenguk. Petugas keamanan ini mengatakan kalau untuk membesuk, bukan waktunya dan tidak diizinkan. Saya katakan bahwa sahabat saya itu baru mau dioperasi sekitar pukul sembilan. Akhirnya ia menemani kami dan menunjukkan ruang tempat sahabat saya itu. Di dinding disetiap pintu masuk ruang inap terdapat botol yang berisi sabun antiseptik, botol itu cukup ditekan lalu akan keluar sabun untuk mencuci dan membersihkan tangan tanpa harus menggunakan air dan pengering seperti handuk. Tapi saya kurang pasti apakah penggunaannya hanya untuk dokter dan para medis saja atau untuk umum yang berkunjung / memasuki ruang inap, kurang jelas saya.

Dalam ruang yang mewah dan fasilitas lengkap itu ternyata sahabat saya itu ditemani ibunya, istrinya sedang menuju Batam dari Tanjung Pinang, anak-anaknya tidak diizinkan ikut. Lalu kami ngobrol tentang penyakit yang ia derita. Katanya gejalanya pinggangku sering sakit dan pegal-pegal dan kalau buang air kecil agak sulit dan seperti tak selesai. .Menurut dokter terjadi pengendapan sehingga membatu. Bisa dibuat cincin tak tu? (maklum sama-sama hobi batu cincin). Lalu saya bilang tapi kuat minum, olah raga badminton kuat bahkan semiggu tak kurang empat kali, apa karena buang air suka ditahan-tahan. Ia cuma diam saja, lalu ibunya menambahkan dia itu kuat minum tapi minuman-minuman seperti 'redbull, ponari maaf maksufnya pocari, isotonik dan sejenisnya. Ya begitulah sekali lagi membuktikan minum air putih itu lebih baik dari pada minuman yang lain dan jangan suka menahan-nahan untuk buang air kecil. Dilengan kanannya dipasang gelang oleh pihak rumah sakit, mungkin sebagai gelang pengaman, jika pasien lari dan belum bayar akan bunyi dan sipetugas keamanan yang kekar segera bertindak.

Saya juga ikut prihatin dengan sahabatku yang satu ini, kenapa begitu?. Beberapa waktu lalu istrinya dioperasi juga karena pada bekas operasi cesar kelahiran anak ketiga mereka terjadi daging tumbuh. Kemudian belum lama istrinya selesai dioperasi anak pertama mereka juga harus dioperasi karena menderita usus buntu. Operasi yang dilakukan terhadap sahabat ku ini tidak perlu membedah kulit, cukup memasukan alat melalui saluran pembuangan air kecil / kencing lalu laser akan menghancurkan batu dalam ginjalnya. Tak terbayang betapa sakitnya dan bagimana jika 'alat vitalnya' redup?, tak mampu lagi berfungsi, coba tebak siapa yang resah dan gelisah?, suami atau istrinya?, silahkan tebak sendiri, dan mulailah dari sekarang menggalakkan minum air putih sesuai kebutuhan dan jangan suka menahan kencing. Jaga Kesehatan Badan dan Fikiran anda.



Enhanced by Zemanta

Wednesday, May 11, 2011

CELEMEK ITU TAK SEBERAPA HARGANYA.

Setelah sholat mahgrib kemaren tanggal 10 Mei 2011, aku beserta istri dan kedua anak-anakku bergegas untuk menuju sebuah tempat makan yang mengkhususkan diri pada menu masakan berbahan mie, namanya 'My Mie'. Restoran yang satu ini berlokasi di daerah Winsor-Nagoya-Batam. Ada puluhan aneka masakan berbahan utama mie, aku tak begitu ingat menu yang ditawarkan. Lumayan murah kami memesan mie jamur, mie seafood, bakso ikan, sotong goreng mentega, ayam bakar, 2 kelapa muda, teh obeng (teh manis dingin), sebotol air putih kemasan, hanya sekitar sembilan puluh ribuh rupiah. Rasa masakannya lumayan enak maksud saya tidak mengecewakan dan lumayan ramai, jika anda ingin mencoba tak rugi, saya merekomendasikan.
Kenapa pula kami harus pergi makan malam ke sana?, Na..kebetulan hari itu istriku yang manis sedang berulang tahun. Begitulah cara kami sekeluarga dalam merayakan ulang tahun kami. Kami tidak pernah merayakan dengan mengundang orang lain atau membuat sebuah pesta makan bersama para sahabat dan atau tetangga. Bukan apa-apa, sejak kecil dulu saya dan istri memang tak pernah merayakan hari jadi atau hari lahir, disamping karena faktor ekonomi juga karena hal itu tak begitu penting. Kedua anak kami alhamdulillah tak pula menuntut untuk merayakankan hari lahir mereka.
Sebelum memulai makan kami berdoa bersama khusus buat yang sedang memperingati hari jadinya, biasanya sayalah yang memimpin doa. Doa yang dipanjatkan tentu saja yang baik-baik dan harapan-harapan, setelah berdoa tentu saja kami makan apa yang sudah kami pesan. Tak mungkin kami tinggalkan makanan yang sudah kami pesan, atau kami memakan makanan orang yang tidak kami kenal dimeja lain. Ditengah sedang asyik makan tiba-tiba HPku berbunyi, ternyata dari Pak Joko sahabat saya yang bekerja di PT ASKES Cabang Bintan. Ternyata ia sedang di rumah sakit Awal Bros Batam, sebuah rumah sakit berkelas hotel, mahal, sehingga sering di sebut orang 'awal boros'. Pak Joko akan dioperasi karena terjadi pengendapan pada ginjalnya sehingga menjadi batu, akibat kurang minum air putih dan sering menahan kencing.
Setelah membayar makan di restoran my mie itu, kami menuju mal Nagoya Hill yang tak jauh dari restoran itu. Disana anakku yang kedua sibuk mencari kado untuk ibunya yang sedang merayakan hari lahir. Uang yang dikumpulkannya dari hasil menjual majalah-majalah miliknya kepada teman-teman telah disiapkannya sejak beberapa hari lalu. Ia bingung mencari kado apa yang cocok, akulah yang diajaknya untuk mencari kado yang diinginkannya, karena aku bilang "ibu tak boleh tahu", maka kami berdua memisahkan diri, sementara istriku dan anakku yang pertama disisi lain. Setelah berkeliling sana-sini di mal yang paling ramai di Batam itu, kami lalu menemukan celemek, ya celemek yang biasa dipakai orang saat sedang masak.
"Yah, ibukan belum punya celemek, ini aja kado untuk ibu". ujar anakku.
"Ya.. boleh", ujarku sambil memegang dan meraba-raba celemek contoh yang digantung.
Lalu anakku memilih sebuah warna dan menyerahkan kepadaku untuk dibuka dan kuperiksa, setelah itu yakin dengan warna, jahitan dan modelnya kami menyerahkan kepada SPG, apa pula itu?, itu sales promotion girl dan meminta untuk di bungkus. Bayar lalu pulang. Sampai dirumah ankku yang kedua segera menyerahkan kado itu kepada bundanya. "Bunda ini kado dari adek, selamat ulang tahun". Ujarnya, lalu istriku segera membuka kado itu sedang anakku yang kedua itu menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan istrikupun terharu lalu memeluk serta menciumnya, karena anak kami yang kedua ini memang sayang dan begitu peduli pada ibunya. Celemek itu tak seberapa harganya, tapi anakku telah menunjukkan kepedulian dan kasih sayangnya dengan caranya, cara anak-anak.
Tapi mengapa aku sebagai suaminya tidak mengucapkan apa-apa atau tidak diceritakan. Huss..aku punya cara sendiri dan waktu yang berbeda, yang tak boleh diliput atau diceritakan disini, rahasia....he..hee. Sudah tentu aku berbuat sesuatu untuk istriku tercinta. Begitulah cara sederhana kami membangun kasih sayang, keharmonisan dan semoga rumah tangga kami diridhoi oleh Allah SWT, aku, istriku dan anak-anakku bahagia, selamat dunia akhirat. amiin.

Wednesday, May 4, 2011

KECIL-KECIL MULAI BERBISNIS.

Sore Selasa tanggal 03 Mei 2011 itu sepulang dari sekolah, anakku kedua Farras Anruko yang masih duduk di kelas 3 SD, langsung laporan ke ibunya.

"Bunda, adek mau jual majalah-majalah adek". ujarnya kepada istriku.
"Kenapa mau dijual?". Ujar istriku.
"Iya, kawan-kawan adek mau beli".
"Berapa adek mau jual?".
"Seribu".
'Murah kali, mana ada majalah harganya seribu". Protes ayuknya Nabila Khansa.
"Biarin kan majalah adek, adek yang beli dari uang jajan adek, ayuk tu tak pernah beli majalah".
"Gimana caranya, tiba-tiba adek punya fikiran mau jual?". Ujar istriku.
"Ia, teman adek yang namanya Ana mau pinjam, terus adek bilang disewa aja atau beli".
"Terus kawan-kawan adek yang lain mau juga".
"Adek boleh menjual atau menyewakan majalah itu, tapi jangan terlalu murah, apalagi yang baru-baru. Kalau terbitan bulan dua kebawah boleh seribu tapi kalau terbit bulan Maret atau April harus lebih dari seribu".
"Adek sudah catat siapa-siapa kawannya yang mau beli". ujarku.
"Udah".
"Ya, bagus. itu supaya adek tau berapa orang yang beli dan berapa yang sewa serta berapa hari menyewa, cara mencatatnya misalnya, nama, nomor dan bulan terbit majalah, terus nanti kalau sudah banyak bisa bikin peraturan peminjaman, misalnya berapa hari minjam, majalah tak rusak, tak boleh hilang". Ujarku.
"Adek tak boleh menjual atau membuka-buka majalah pada jam pelajaran, nanti pak gurunya marah dan Adek tak diizinkan lagi menjual atau menyewakan majalah, kasih tau juga sama kawan-kawanya kalau mau baca majalah harus jam istrirahat atau dirumah saja". ujar istriku.
Saya dan istriku tersenyum, terharu sekalian bangga karena ia sudah mampu untuk berusaha. Ia sepertinya sudah paham bagimana secara sederhana mencari uang / bisnis. Sehabis belajar malamnya ia langsung sibuk memilih-milih majalah-majalah yang ingin ia bawa esoknya. Kamipun membantu membuatkan kolom-kolom pada buku kecil untuknya mencatatkan secara sederhana penyewaan dan penjualan majalahnya. Anakku yang kedua ini memang sangat sayang sama ibunya dan begitu peduli serta kreatif. Suatu saat pernah istriku hampir seharian baring, ia lalu menghampiri ibunya dan bertanya karena dilihatnya kurang enak badan, "Ya udah panggil aja bude tukang urut langganan bunda". Rupanya uang hasil bisnis majalah lama itu ia akan gunakan untuk membeli hadiah ulang tahun ibunya/istriku pada bulan Mei ini.
Hari ini sepulang sekolah ia segera menunjukkan uang yang ia dapat dari menjual dan menyewakan majalah-majalah lama itu sejumlah Rp 19.000,-. Dengan rincian dua orang menyewa dan lima orang membeli, sedangkan sisanya adalah panjar dari kawan-kawannya untuk membeli majalah yang ia harus bawa besok.Tampaknya bibit berbisnis sudah mulai tertanam padanya, semoga ia benar-benar menjadi pengusaha yang sukses, kaya, alim dan dermawan kelak. Amiin.

Tuesday, May 3, 2011

Benarkah, Lingkar Pinggang Prediksi Kematian?.

Gemuk sudah tidak lagi identik dengan kesuksesan dan kemakmuran. Gemuk sejak lama diyakini sebagai salah faktor penyebab penyakit jantung. Lazimnya seseorang disebut kegemukan dengan pengukuran yang disebut ‘body mass index’, yaitu dengan cara membagi tinggi badan dengan ukuran berat yang dipangkatkan, semakin besar skor BMI, semakin besar pula orang itu disebut kegemukan. Sebuah penelitian para ahli di Mayo Clinic Rochester, Minnesota AS,  pasien penyakit jantung dengan ukuran lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci pada wanita atau 40 inci pada pria,  memiliki  70 persen risiko lebih besar meninggal lebih cepat selama ketimbang yang lingkar pinggangnya lebih kecil.  Ukuran lingkar pinggang yang besar dikombinasikan dengan tingginya  skor BMI bahkan membuat risiko kematian jauh lebih besar. Benarkah itu?.
Ya, para peneliti itu mungkin saja benar, berdasarkan hasil penelitian dan kasus-kasus yang telah mereka lakukan dan lihat. Mereka begitu yakin bahwa gemuk memang bisa menimbulkan penyakit jantung dan menimbulkan kematian. Penimbunan lemak pada bahagian tubuh, terutama pada perut dan dada menurut mereka sangat membahayakan jantung. Lemak-lemak pada area itu yang  dapat memicu resistensi insulin  dan meningkatnya jumlah kolesterol jahat selain juga dapat merangsang peradangan.
Sudah tentu banyak juga kasus kematian akibat jantung, didapati bahwa penderita tidak gemuk apalagi kegemukan. Jadi kesimpulannya kematian tidak semata-mata karena gemuk atau kegemukan. Intinya memang kita harus hidup dengan pola yang sehat, makan, makanan, lingkungan, fikiran, dan pola istirahat. Anda boleh makan banyak tapi jangan kegemukan, anda boleh gemuk tapi harus rajin olah raga, dan memiliki pola hidup sehat. Kematian memang sudah taqdir, sakit jantung hanya sebuah proses, boleh percaya boleh tidak. Semoga bermanfaat.