Tuesday, May 3, 2011

Benarkah, Lingkar Pinggang Prediksi Kematian?.

Gemuk sudah tidak lagi identik dengan kesuksesan dan kemakmuran. Gemuk sejak lama diyakini sebagai salah faktor penyebab penyakit jantung. Lazimnya seseorang disebut kegemukan dengan pengukuran yang disebut ‘body mass index’, yaitu dengan cara membagi tinggi badan dengan ukuran berat yang dipangkatkan, semakin besar skor BMI, semakin besar pula orang itu disebut kegemukan. Sebuah penelitian para ahli di Mayo Clinic Rochester, Minnesota AS,  pasien penyakit jantung dengan ukuran lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci pada wanita atau 40 inci pada pria,  memiliki  70 persen risiko lebih besar meninggal lebih cepat selama ketimbang yang lingkar pinggangnya lebih kecil.  Ukuran lingkar pinggang yang besar dikombinasikan dengan tingginya  skor BMI bahkan membuat risiko kematian jauh lebih besar. Benarkah itu?.
Ya, para peneliti itu mungkin saja benar, berdasarkan hasil penelitian dan kasus-kasus yang telah mereka lakukan dan lihat. Mereka begitu yakin bahwa gemuk memang bisa menimbulkan penyakit jantung dan menimbulkan kematian. Penimbunan lemak pada bahagian tubuh, terutama pada perut dan dada menurut mereka sangat membahayakan jantung. Lemak-lemak pada area itu yang  dapat memicu resistensi insulin  dan meningkatnya jumlah kolesterol jahat selain juga dapat merangsang peradangan.
Sudah tentu banyak juga kasus kematian akibat jantung, didapati bahwa penderita tidak gemuk apalagi kegemukan. Jadi kesimpulannya kematian tidak semata-mata karena gemuk atau kegemukan. Intinya memang kita harus hidup dengan pola yang sehat, makan, makanan, lingkungan, fikiran, dan pola istirahat. Anda boleh makan banyak tapi jangan kegemukan, anda boleh gemuk tapi harus rajin olah raga, dan memiliki pola hidup sehat. Kematian memang sudah taqdir, sakit jantung hanya sebuah proses, boleh percaya boleh tidak. Semoga bermanfaat.

No comments: